Khaidarmansyah Sebut Banjir Bandar Lampung Akibat Penyempitan Drainase

Kirka.co
Dinas PU Bandar Lampung memperbesar drainase di Jalan Diponegoro, Gulak Galik, Teluk Betung Utara beberapa waktu lalu. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Sejumlah wilayah di Bandar Lampung direndam banjir pada pekan lalu. Kepala Bappeda Khaidarmansyah sebut banjir Bandar Lampung akibat penyempitan drainase.

“Itulah persoalan kita, wilayah Kota Bandar Lampung ini kalau hujan deras terjadi genangan. Tapi tidak lama surut,” kata dia pada Kamis, 21 April 2022.

Baca Juga : Penataan Kawasan Pesisir Bandar Lampung Butuh Bantuan Kementerian PUPR

Laporan BPBD Bandar Lampung pada 15 April 2022 menyampaikan sedikitnya 10 wilayah terdampak banjir yang mengakibatkan tanah longsor, rumah rubuh, dan pohon tumbang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun petugas BPBD terpaksa mengevakuasi warga.

Banjir Bandar Lampung merendam Kelurahan Jagabaya II, Penengahan, Sukajawa, Palapa, Kota Baru, Enggal, Kaliawi, Rawa Laut, Sumur Batu.

“Persoalan kita ini kan ada penyempitan-penyempitan di drainase. Kenapa selalu di dekat rumah sakit, Artomoro, Living Plaza? Karena di situlah penyempitan itu,” ujar Khaidarmansyah.

Akibat penyempitan drainase, lanjut dia, saluran air tidak mampu menampung debit air yang mengalir dari perbukitan.

“Di satu sisi airnya deras dari bukit, di sisi lain penyempitannya terjadi di sana makanya naik air,” kata dia.

Khaidarmansyah mengatakan Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas PU setempat telah membuat _master plan_ drainase.

“Di Dinas PU sudah kita anggarkan untuk perbaikan drainase, tinggal mengimplementasikannya,” ujar dia.

Penanganan banjir menjadi salah satu program kerja prioritas Wali Kota Bandar Lampung untuk mempercantik Kota Tapis Berseri di samping persoalan sampah, kemacetan lalu lintas, dan kesehatan.

“Prioritas Wali Kota mempercantik Bandar Lampung, trotoar, drainase, dan normalisasi sungai,” kata dia.

Baca Juga : Mal Pelayanan Publik Kota Bandar Lampung Mulai Dibangun 

Dan untuk mengantisipasi banjir Bandar Lampung akibat penyempitan drainase pemerintah kota telah melakukan Program Gerebek Sungai.