Selain itu juga, Karomani ia katakan turut mengetahui penggunaan uang Rp100 juta untuk keperluan kegiatan Muktamar NU tersebut.
Asep Sukohar menjelaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari perhimpunan dokter Nahdatul Ulama.
Sebagai informasi, Unila merupakan salah satu tempat berlangsungnya kegiatan Muktamar NU ke-34 yang diselenggarakan pada Desember 2021 kemarin.
Mengutip laman resmi Unila, Asep Sukohar merupakan Ketua Perhimpunan Dokter NU atau PDNU Cabang Lampung yang juga Koordinator Tim Kesehatan Muktamar NU ke-34.
Budi Sutomo tercatat pernah mengapresiasi peran Asep Sukohar atas terselenggaranya kegiatan Muktamar NU ke-34 di Unila.
Status Budi Utomo dalam kegiatan itu ialah Koordinator Panitia Lokal Muktamar NU ke-34.
Baca juga: Rektor Unila Karomani Sempat Galau Usai Ditangkap KPK
Uang senilai Rp100 juta tersebut diklaimnya digunakan untuk keperluan rapid test ketika kegiatan Muktamar NU berlangsung.
Adapun uang senilai Rp650 juta yang ia terima dari orangtua penitip mahasiswa tersebut dia serahkan kepada Karomani melalui Budi Sutomo.
Adapun Budi Sutomo yang dimaksud oleh Asep Sukohar tersebut memiliki status sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila.
Asep Sukohar dalam keterangannya menerangkan bahwa Budi Sutomo ia ketahui mempunyai latar belakang sebagai orang yang disuruh oleh Karomani untuk menerima uang titipan dari orangtua calon mahasiswa baru Unila yang dia terima sebelumnya.
Baca juga: KPK Cari Tahu Kewenangan Karomani Dalam Seleksi Mahasiswa Baru Unila






