Hukum  

Profil Dosen Fisip Unila Maulana Mukhlis yang Dinilai JPU KPK Pintar

Dosen Fisip Unila Maulana Mukhlis yang Dinilai JPU KPK Pintar
Dosen Fisip Unila, Maulana Mukhlis saat diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 7 Februari 2023. Foto: Dokumentasi KIRKA.CO.

4. Maulana Mukhlis Merupakan Tenaga Ahli dari Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo

Maulana Mukhlis dalam kesaksiannya mengaku sebagai orang yang membantu Bupati Lampung Timur, Dawam Rahardjo untuk menyumbang ke Gedung Lampung Nahdliyin Center.

Meski tidak mengetahui gedung tersebut milik siapa, Maulaman Mukhlis mengatakan inisiator dari pembangunan gedung yang dulunya disebut Gedung NU itu ialah Karomani -mantan Rektor Unila.

Di sisi lain, Maulana Mukhlis adalah bagian dari panitia peresmian Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) dan juga panitia pembangunan bersama dengan Dekan Fakultas Hukum Unila, M Fakih serta dosen kontrak Unila bernama Mualimin.

”Jadi suatu sore, saya tidak tahu persis tanggalnya yang mulia. Beliau nelpon, ‘Pak Maulana saya mau ke Bandar Lampung ini’ gitu kan, ‘kira-kira bisa ketemu tidak?’, gitu.

Akhirnya kemudian saya jawab, ‘ya oke bisa pak’ saya bilang gitu. Kemudian ‘dimana baiknya?’, saya spontan saat itu menjawab saja karena saya waktu itu baru mau pulang dari kampus ‘yasudah pak, kita ketemu di Gedung NU saja’.

Baca juga: KPK Tampilkan Bukti Keterlibatan Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo Dalam Korupsi Unila

Beliau bertanya ‘di Gedung NU yang mana, saya tidak tahu’,” ujar Maulana Mukhlis di hadapan JPU KPK untuk menjelaskan kronologis di dalam pikirannya tentang bagaimana dia membantu Dawam Rahardjo menyumbang 120 kursi ke Gedung LNC dan Rp30 juta diberikan kepada dosen kontrak Unila, Mualimin -jika dirupiahkan senilai Rp100 juta.

Menurut Maulana Mukhlis, pertemuan antara dirinya dengan Dawam Rahardjo di Gedung LNC spontan terjadi.

Di hadapan JPU KPK, Maulana Mukhlis kemudian membuat alasan di balik pertemuan antara Dawam Rahardjo dengan dirinya di Gedung LNC.

”Pertama beliau meminta saya untuk tetap membantu sebagai panitia seleksi untuk JPTP Pemerintah Lampung Timur,” katanya.

”Ketika beliau menelpon saya spontan saja pak. Karena saya pulang dari kampus, saya berpikir.. (Kenapa tidak bertemu di kantor dan tempat lain kalau hanya untuk membahas JPTP?) Karena dua minggu terakhir pak, setiap sore saya hampir ke Gedung LNC, sebagai koordinator sekretariat peresmian gedung tersebut,” katanya lagi.