Menu
Precision, Actual & Factual

Polisi Klaim Perkara Tambak Udang Tidak Mangkrak

  • Bagikan
Kirka.co
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Reynold Elisa Partomuan Hutagalung (tengah) saat memimpin ekspose pengungkapan kasus di halaman Polda Lampung pada 8 September 2021. Foto: Istimewa

KIRKA – Polda Lampung menyatakan bahwa perkara dugaan perusakan tambak udang yang berlokasi di Pesisir Barat tidak mangkrak.

Direktur pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Reynold Elisa Partomuan Hutagalung kepada KIRKA.CO pada 8 September 2021, mengklaim penanganan perkara tersebut pastinya sedang ditindaklanjuti sebab telah ada putusan pengadilan.

Baca Juga : Eks Wakil Bupati Pesibar Erlina di Pusaran Kasus Korupsi Mustafa

Sebelumnya, Polda Lampung didugat praperadilan atas terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3. Dalam gugatan tersebut, pengadilan memutuskan bahwa SP3 itu dianulir dan memerintahkan kepolisian untuk membuka kembali perkara tersebut.

“Kalau memang hasil prapidnya terkait dengan SP3 yang harus dibuka kembali atau dilanjutkan, maka akan kita lanjutkan. Itu kan perintah pengadilan,” ujar dia.

Adapun penghentian penyidikan perkara tersebut tertuang atas surat SP Sidik/35A/IX/RES 1.10/2020 tertanggal 22 September 2020.

Baca Juga : Surat Panggilan KPK Palsu ke DPRD Pesibar

Menurut pertimbangan hakim, penghentian perkara maupun bersalah atau tidaknya seseorang dalam tindak pidana, bukan berdasarkan gelar perkara khusus, melainkan keputusan majelis hakim di pengadilan negeri.

Penanganan penyidikan ini sebelumnya telah pada tahap penetapkan empat tersangka, yakni Ardi Herdian Panca (27 tahun) Honorer Pol PP; Merpi Pahlepi (33) Honorer Pol PP; Tri Heri Purwanto (46) PNS Pol PP (Kabid Tibum Kab Pesisir Barat) dan Ben Keda, PNS Pol PP (Kasat Pol PP Pesbar).

  • Bagikan