Menu
Precision, Actual & Factual

Polda Lampung Dipraperadilankan Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Ir.Sutami

  • Bagikan
Lambang Polda Lampung. Foto Net

KIRKA.CO – Terkait kabar Praperadilan yang dimohonkan oleh tersangka dugaan korupsi proyek rekontruksi jalan Ir. Sutami-Sribawono ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang dibenarkan oleh pihak Kepolisian Daerah Provinsi Lampung, Pihaknya juga mengaku kini tengah bersiap untuk menghadapinya di persidangan yang direncanakan digelar pada Rabu pekan depan (19/05).

Yulizar Fahrulrozi Triassaputra selaku Koordinator Tim Bidang Hukum Polda Lampung melalui sambungan telephone kepada pewarta KIRKA.CO (11/05), menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat panggilan dari PN Tanjungkarang Senin pagi kemarin (10/05), terkait panggilan selaku termohon untuk menghadiri sidang permohonan praperadilan yang dimohonkan oleh Tersangka Hengky Widodo alias Engsit dengan klasifikasi perkara sah atau tidaknya penetapan tersangka.

“Senin pagi kemarin (10/05) Kami telah menerima relas dari PN Tanjungkarang, terkait pemanggilan untuk menghadiri sidang praperadilan yang dimohonkan oleh tersangka dugaan korupsi proyek jalan Ir.Sutami, prapidnya terkait sah tidaknya penetapan status tersangka,” pungkas Yulizar Fahrulrozi.

Dari informasi yang dihimpun KIRKA.CO, dalam poin permohonan Praperadilan Hengky Widodo terkait status tersangka yang ditetapkan oleh Polda Lampung kepadanya, dianggap tidak sah dengan alasan penetapan tersangka tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur, yang dalam hal ini penetapan Tersangka dilakukan sebelum adanya hasil resmi perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Sementara diketahui Polda Lampung memperkirakan dalam dugaan korupsi proyek jalan di tahun 2018 tersebut telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp65 miliar, dan pihaknya telah menyita sejumlah uang Rp10,1 miliar dari para tersangka, dan pada Rabu kemarin (05/05) Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung kembali menyita Rp100 juta sebagai usaha pemulihan kerugian negara.

Dalam kasus korupsi ini sendiri, lima orang sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Lampung yakni Bambang Wahyu Utomo selaku Direktur PT. Usaha Remaja Mandiri (URM) sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan proyek jalan, Hengki Widodo alias Engsit selaku Komisaris Utama PT. URM, dan Seorang pengawas proyek bernama Bambang Hariadi, serta dua orang ASN pada Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bernama Sahroni dan Rukun Sitepu.

  • Bagikan