Menu
Precision, Actual & Factual

Video Viral Pengacara DS Jadi Bukti Tak Terbantahkan Bagi Polresta Bandar Lampung

  • Bagikan
Suasana Sidang Prapid Advokat DS di PN Tanjungkarang, Senin (15/03). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung membantah bahwa pihaknya tidak menjalankan prosedur dalam Penangkapan dan Penetapan Tersangka terhadap Pengacara DS terkait kasus yang menjeratnya, Polresta Bandar Lampung mengklaim memiliki bukti yang menunjukkan jelas adanya perbuatan pidana tersebut.

Hal itu ungkapkan oleh Yulizar Fahrulrozi Triassaputra,SH,MH., selaku Koordinator Tim Bidang Hukum (Bidkum) Polda Lampung, yang menjelaskan secara gamblang kepada Kirka.co saat dikonfirmasi usai gelaran sidang perdana Pra Peradilan (Prapid) itu berlangsung (15/03).

Dirinya menerangkan bahwa jika Tim kuasa hukum yang bersangkutan mengajukan Prapid dengan menerakan alasan tidak pernahnya Pemohon (DS) diperiksa sama sekali untuk klarifikasi ataupun sebagai Saksi, maka hal itu tentunya dapat dipatahkan sebab Polresta Bandar Lampung memiliki bukti yang tak terbantahkan terkait perbuatan pidana Tersangka, yakni sebuah rekaman video yang juga sempat viral di masyarakat beberapa pekan.

“Bagaimana kita mau memanggil yang bersangkutan menjadi Saksi atau meminta klarifikasi, kalau memang faktanya tak terbantahkan terkait adanya peristiwa tindak pidana, rekaman video itu ada kok dan diviralkan melalui youtube, itu sudah jadi bukti untuk kami,” terang Yulizar.

Diketahui di dalam alasan permohonan Prapidnya, Tim Kuasa Hukum Tersangka pun mencantumkan terkait profesi DS selaku Advokat, yang saat peristiwa penutupan jalan masuk ke lokasi eks Terminal Kemiling tersebut, dirinya sedang menjalankan tugas sebagai Kuasa Hukum dari Kliennya bernama Subroto yang mengkalim lokasi tersebut telah dimenangkannya di Pengadilan.

Namun hal iti pun dibantah oleh pihak Kepolisian selaku Termohon dalam perkara Prapid ini, mejabarkan bahwa Tersangka DS memang tercatat sebagai Kuasa Hukum dari Subroto namun konteksnya hanya pada saat di proses pengadilan, menurutnya kuasa tersebut tidak serta merta turut pula mencakup dalam perbuatan kriminal di objek jalan umum tersebut.

“Harus diingat ya, dalam peraturan Advokasi konteksnya Litigasi di peradilan dan tidak mencakup tindakan di luar itu, apa lagi tindakan kriminal di objek jalan umum, apa lagi Tersangka menjadi kuasa hukum Subroto di perkara Wanprestasi (ingkar janji) bukan perkara gugatan tanah,” ujar Yulizar.

Yulizar pun menambahkan terkait Saksi – saksi dalam kasus ini , seluruh sudah dimintai keterangan dan apa yang telah diungkapkan sudah cukup, baik mengenai kerugian dan kronologi peristiwa serta seluruh prosesur telah dijalani oleh tim Penyidik Polresta Bandar Lampung hingga mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Tim penyidik sudah menjalanin prosedur dalam menangani kasus ini, seperti memeriksa Saksi – saksi termasuk mendatangi TKP, dan di sana didapati bongkahan batu serta spanduk yang selanjutnya turut dibawa menjadi barang bukti, untuk jawaban bantahan kami yang lainnya ya akan kami serahkan besok (16/03) ke hakim,” tutupnya.

Sementara perkara Prapid ini akan digelar secara “Marathon” yang dijadwalkan berlangsung selama satu pekan hingga Selasa depan (23/03).

Eka Putra

  • Bagikan