Agus Prasetya Raharja: Nah, terkait dengan infak tadi, dari pak Maulana. Apakah saudara pernah mendengar adanya surat rekomendasi dari pak Dawam untuk seorang siswa yang ikut tes?
Mualimin: Tidak.
Agus Prasetya Raharja: Baik, saya ingatkan dengan Barang Bukti yang akan saya tanyakan. Bisa saudara lihat?
Pertanyaan saya cukup luas. Dengan surat ini, apakah saudara pernah melihat atau pun mendengar informasi dari pak Karomani, bahwa pak Dawam ada merekomendasikan seorang siswa yang bernama Melida El Tizami?
Mualimin: Tidak pernah melihat atau pun mendengar.
Agus Prasetya Raharja: Tidak pernah mendengar? Yang bapak tahu hanya diminta, untuk penerimaan infak.
Baca juga: Alasan KPK Periksa Maulana Mukhlis Dalam Korupsi Unila
Baik, yang menjadi pertanyaan saya. Saudara dalam BAP Nomor 79 sudah menerangkan, bahwa uang sumbangan dari orang tua siswa melalui saya, yang telah dibantu kelulusannya jalur tes mandiri kedokteran tahun 2022 totalnya Rp653 juta.
Rp653 juta itu dari mana saja? Satu, dari Maulana dan pak Dawam Rahardjo, Bupati Lampung Timur. Dua, Ary. Tadi udah clear. Tiga, dari Hengky. Empat dari pak Budi.
Agus Prasetya Raharja: Ini yang belum clear. Saudara coba ingat, pak Maulana dan pak Dawam ini apakah ada kaitannya dengan titipan siswa?
Mualimin: Setahu saya, nggak tahu. Semuanya itu, ada yang saya tahu, ada juga yang tidak tahu.
Mualimin: Kata pak Dawam kan mau berinfak Rp100 juta, lalu pak Dawam belikan kursi, langsung. Dan setelah kursi, ada sisa uangnya, sisanya dikasih ke saya.
Lingga Setiawan: Yang menyerahkan sisanya itu kepada saudara siapa?
Mualimin: Pak Maulana.
Lingga Setiawan: Apa yang disampaikan Maulana kepada saudara? Kan ada bahasa, uang ini uang dari siapa?






