Menu
Precision, Actual & Factual

Musa Bongkar Peran Chusnunia Chalim, yang Bergerak Atas Perintah Muhaimin Iskandar Tawarkan Rp 5 M

  • Bagikan
Musa Zainudin diperiksa sebagai saksi di perkara Mustafa secara daring. Musa terlihat hadir dalam persidangan yang digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis lalu, 4 Maret 2021 dengan mengenakan kemeja putih. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Mantan anggota Komisi V DPR RI Musa Zainudin mengungkap peran Chusnunia Chalim ketika ia sedang menghadapi proses hukum yang melilitnya: ditetapkan KPK sebagai tersangka karena menerima suap Rp 7 M melalui stafnya bernama Mutakin.

Kasus ini sejatinya masih berkaitan ketika KPK mennangkap Damayanti Wisnu Putranti dan juga mentersangkakan Dirut PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

Musa Zainudin belakangan diketahui menerima uang Rp 7 M itu berdasarkan fakta persidangan yang bergulir, khususnya ketika perkara Abdul Khoir pemberi suap kepada 4 anggota DPR salah satunya Damayanti dan Musa, disidangkan di PN Tipikor Jakarta Pusat, Rabu, 4 Mei 2016.

Saat menjalani proses tersebut, Musa Zainudin melayangkan permohonan sebagai Justice Collaborator [JC], lewat surat yang belakangan terpublikasi luas di media massa. Namun kemudian, permohonan JC itu ditolak di era dimana KPK dipimpin Agus Rahardjo.

Dalam JC tersebut, Musa mengungkapkan peranan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Sejurus kemudian Cak Imin diperiksa KPK. Beberapa orang diperiksa KPK pasca surat JC itu dilayangkan Musa. Selain itu Chusnunia Chalim pun turut dimintai keterangan oleh KPK.

Mau tahu kenapa Chusnunia diperiksa?

Pada Kamis, 4 Maret 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang tepatnya. Kala itu Musa Zainudin dan Chusnunia Chalim dipersiapkan KPK sebagai saksi atas perkara suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Musa memberikan kesaksian secara daring karena ia masih mendekam di Lapas Sukamiskin. Chusnunia sendiri diperiksa saat itu dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Lampung Timur.

Dalam proses persidangan itu, jaksa sebagai penuntut umum dari KPK bertanya kepada Musa Zainudin apakah benar Chusnunia Chalim pernah menemui Musa Zainudin dan dalam pertemuan tersebut Chusnunia Chalim menawarkan uang kepada Musa.

Musa membenarkan hal tersebut. Bahwa menurut Musa, Chusnunia Chalim memang menemuinya saat ia sedang menjalani kasusnya. Kala itu Musa ditawari uang oleh Chusnunia Chalim senilai Rp 5 M. Tawaran uang itu diikuti dengan permintaan, yakni agar Musa Zainudin tidak menyeret persoalan hukumnya itu dengan melibatkan PKB. Tawaran itu kemudian menurut Musa ditolaknya. Musa ingin agar uang tersebut ditambah menjadi Rp 7 M.

Sesaat kemudian jaksa sebagai penuntut umum dari KPK mengonfirmasi atas dasar apa Chusnunia Chalim memberikan tawaran tersebut kepadanya.

Musa menyatakan bahwa Chusnunia Chalim hanyalah pesuruh atau penyampai pesan dari Muhaimin Iskandar. Aktor di balik tawaran yang disampaikan Chusnunia Chalim itu sejatinya datang dari Muhaimin Iskandar.

Dalam perjalanannya, bantuan atau tawaran Muhaimin Iskandar tersebut tidak terrealisasi sampai saat ini, ungkap Musa.

Muhaimin Iskandar sudah pernah membantah perihal keterlibatannya seperti yang diungkapkan Musa Zainudin.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan