Hukum  

Kolaborasi Asep Sukohar dan Budi Sutomo di Korupsi Unila

Kolaborasi Asep Sukohar dan Budi Sutomo di Korupsi Unila
Asep Sukohar dan Budi Sutomo. Foto: Istimewa.

Tak cuma Agung yang terdengar tidak jelas menyebut nama dokter itu, Asep Sukohar pun begitu. Namun begitu, Asep Sukohar mengamini sosok dokter adalah pihak yang menitip mahasiswa untuk diluluskan.

”Dokter (namanya terdengar tidak jelas) datang, terus meminta bantu ke saya. Lalu saya menyampaikan ke pak Rektor. Pak Rektor menanyakan apakah ini ada sumbangan atau tidak, mau nyumbang atau tidak. Saya bilang, mau. ‘Yauda simpan aja di meja’. Gitu,” kata Asep Sukohar.

Asep Sukohar kemudian ditanyai tentang apa yang disimpan di meja. ”Nomor,” kata dia.

”Oh nomor. Jadi saudara menerima nomor (dari dokter tadi), kemudian baru menemui (Karomani). Saudara di sini bilang bahwa, ‘sesuai dengan arahan Karomani untuk disumbangkan pembangunan Lampung Nahdliyin Center’. Betul?” tanya Agung dan diakui oleh Asep Sukohar.

”Kemudian setelah itu, ya saya menunggu saja sampai pengumuman. Terus yang (titipan mahasiswa) kedua,” lanjut Asep Sukohar untuk menjelaskan langkah selanjutnya pasca berkoordinasi dengan Karomani soal mahasiswa titipan tadi.

Baca juga:Hakim yang Sidangkan Perkara Korupsi Unila Serukan Penolakan Suap

Penjelasan lanjutan Asep Sukohar sempat dipotong oleh Agung. ”Bentar, bentar. Terus pengumuman tanggal 18 Juli. Apa yang terjadi?” tanya Agung. Menurut Asep, mahasiswa titipan dari seorang dokter tersebut diterima dan lulus.

”Setelah pengumuman, dan diterima. Lalu pak Budi Sutomo datang ke saya menanyakan, ‘titipannya apakah sudah disampaikan apa belum’. Ya saya sampaikan ke orangnya (penitip mahasiswa). Setelah itu saya sampaikan ke orangnya dan menyampaikan uang. Setahu saya (dokter yang menitipkan mahasiswa dan nyatanya lulus memberikan uang) 250 (Rp250 juta),” kata Asep soal berapa nominal uang yang diterima dari dokter tadi.

Setelah uangnya dipungut oleh Asep Sukohar. Selanjutnya uang senilai Rp250 juta itu diberikan kepada Budi Sutomo.

”Kemudian uang itu saya serahkan uang itu ke pak Budi Sutomo. (Uang yang diserahkan ke Budi Sutomo sejumlah) 250,” terang Asep Sukohar.

”Kalau di BAP bapak, bapak bilangnya, uang sebesar 350 (Rp350 juta) diberikan kepada saya. Lalu 250 kepada Budi Sutomo. Kemudian ceritanya 100 (Rp100 juta) itu (kemana)? tanya Agung.

”Itu ke acara Muktamar pak,” jelas Asep Sukohar. ”Oke. Berarti (Rp100 juta) untuk keperluan organisasi yang dari bapak,” tegas Agung.

Mendengar jawaban ini, Agung bertanya kembali tentang sejauh mana Asep Sukohar yakin bahwa uang yang ia pungut dari dokter tadi akan disetorkan oleh Budi Sutomo kepada Karomani.