Hukum  

Kolaborasi Asep Sukohar dan Budi Sutomo di Korupsi Unila

Kolaborasi Asep Sukohar dan Budi Sutomo di Korupsi Unila
Asep Sukohar dan Budi Sutomo. Foto: Istimewa.

”Pernah pak (terima titipan mahasiswa baru). Yang, yang mana itu pak, yang (titipan yang harus dijelaskan),” tanya Asep dengan nada terbata-bata.

”Kalau di BAP ada tiga (titipan penerimaan mahasiswa baru). Tiga kali. Bisa saudara jelaskan semua?” tegas Agung.

”Baik. Jadi yang pertama itu, menitipkan. Terus saya menyampaikan ke pak Rektor, bahwa ini ada titipan. Bakal akan di.. apa namanya.. dibantu. ‘Simpan aja di meja’,” ujar Asep menirukan respons Karomani saat diberitahukan tentang adanya titipan mahasiswa baru.

Mendengar jawaban itu, Agung kembali mengingatkan Asep Sukohar tentang apa yang dituangkan Asep Sukohar di dalam BAP miliknya.

Agung menyarankan supaya Asep Sukohar membuka keterangan yang pernah ia sampaikan kepada penyidik KPK tentang skandal yang terjadi di kampus Unila di ruang persidangan.

Baca juga: 3 Saksi Persidangan Kasus Korupsi Unila yang Tidak Hadir

”Ijin mengingatkan yang mulia. Saya ingatkan juga, nggak apa-apa pak. Buka aja semua pak. Ini barang ini, sudah ada pak. Iya toh? Jadi semakin bapak simpan dalam hati, semakin nggak enak. Jadi kalau kita buka, yaudalah. Ini barang ini, sudah kejadian. Dan penyidik, serta jaksa juga, majelis hakim juga nggak akan diam. Kalau ada yang aneh, pasti akan kami tanyakan terus. Begitu ya pak ya?” saran Agung dan saran itu diamini Asep Sukohar.

Berdasar pada BAP milik Asep Sukohar, Agung kemudian melanjutkan dengan menyebut bahwa titipan mahasiswa baru ke Asep Sukohar datang dari seorang dokter (terdengar bernama ‘Zuraidi’). Untuk diketahui, Agung sempat menyebut nama dokter tersebut, namun tidak jelas pelafalannya, namun terdengar ‘Zuraidi’.