Jaksa KPK: Apakah kedekatan saudara dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2020 masih dekat?
Asep Jamhur: Kami, dekat.
Jaksa KPK: Masih dekat ya. Rumah juga dekat?
Asep Jamhur: Jauh pak.
Jaksa KPK: Jauh, baik. Sebagai teman dekat, apakah saudara juga tahu bahwa di tahun 2020, anaknya Pak Sulpakar juga masuk kedokteran?
Asep Jamhur: Iya pak.
Jaksa KPK: Tahu, di tahun 2021 apakah saudara juga tahu bahwa anaknya Pak Sulpakar yang berikutnya masuk kedokteran Unila?
Asep Jamhur: Iya pak.
Jaksa KPK: Baik. Tahu darimana?
Asep Jamhur: Tahu kalau kami berkunjung dan suka bercerita pak.
Jaksa KPK: Kenapa?
Asep Jamhur: Kalau berkunjung ke rumah beliau.
Jaksa KPK: Oh ke rumahnya. Pak Sulpakar cerita?
Asep Jamhur: Kadang-kadang kami suka cerita…
Jaksa KPK: Cerita. Sebentar. Berikutnya. Apakah pada saat itu juga anaknya saudara pernah daftar tapi belum masuk kedokteran?
Asep Jamhur: Pernah pak.
Jaksa KPK: Pernah. Kemudian saudara bertanya nggak? Di tahun 2020, 2021. ”Pak Sul, misalnya begini. Bagaimana anak bapak bisa masuk kedokteran Unila?” Ada pertanyaan begitu?
Asep Jamhur: Ada.
Jaksa KPK: Saudara sampaikan?
Asep Jamhur: Iya pak.
Jaksa KPK: Ada. Dijawabnya Pak Sulpakar apa?
Asep Jamhur: Bisa dengan jalur SBMPTN atau dari jalur Mandiri.
Jaksa KPK: Ya itu formal. Semua orang, nggak Pak Sulpakar juga tahu. Maksud saya, ada minta tolong ke siapa di Unila?
Asep Jamhur: Tidak tahu pak.
Jaksa KPK: Ada cerita nggak?
Asep Jamhur: Tidak ada pak.
Jaksa KPK: Saudara ada bertanya nggak? ”Pak melalui, bisa nggak atau bapak melalui siapa sih di sana pak?” Tanya nggak saudara?
Asep Jamhur: Tidak pak.
Jaksa KPK: Tidak. Sama sekali?
Asep Jamhur: Kami hanya cerita tapi tidak pernah bertanya dengan siapa, untuk…
Baca juga: Gara-gara Ini, Suara Kadis Pendidikan Lampung Sulpakar Tiba-tiba Meninggi Saat Ditanyai Jaksa KPK






