KIRKA – Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Sigit Krisbintoro, memprediksi kader PDIP terpecah tiga kelompok di Pilpres 2024.
“Mereka terbagi dalam kelompok secara hierarki, psikologis, serta hierarki dan psikologis,” ujar dia saat ditemui di Bandar Lampung pada Senin, 29 Agustus 2022.
Sigit Krisbintoro menjelaskan friksi di internal PDIP ini terkait dengan figur yang akan dicalonkan sebagai presiden pada Pemilu 2024.
Apakah mengusung kader PDIP Ganjar Pranowo dengan popularitasnya atau Puan Maharani sebagai putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Jelas ini akan memengaruhi perolehan suara PDI Perjuangan di 2024,” kata dia.
Pria kelahiran Karawang ini menilai sulit bagi Ganjar Pranowo untuk maju sebagai Capres 2024 lewat PDIP.
“Seperti kita ketahui kendaraan politik ada di partai. Meski kebanyakan kader PDIP cenderung ke Ganjar, cuma kan hambatannya hierarki,” ujar dia.
Baca Juga: PDIP Enggan Usung Ganjar Pranowo karena Trauma dengan Jokowi
Sigit menjelaskan perpecahan di tubuh PDIP ini mulai terlihat saat munculnya polemik “Banteng vs Celeng” pada tahun 2021 lalu ketika DPC PDIP Purworejo mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar.
“Kemudian hambatan psikologis, ini terlihat dari terpecahnya kader PDI Perjuangan. Ada banteng dan celeng.”
Deklarasi tersebut dianggap oleh Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, telah melenceng dari arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, hingga muncullah sebutan celeng.
“Kalau kader PDI Perjuangan bisa menafikan hambatan hierarki dan psikologis tersebut maka secara sosiologis akan mendukung Ganjar,” kata Sigit.
Dukungan sosiologis bagi Ganjar Pranowo ini terlihat dari elektabilitas yang semakin meningkat dari konstituen.
“Kalau di tingkat akar rumput secara sosiologis sudah terlihat dari hasil survei. Tapi sekarang hambatan psikologisnya tadi itu, hierarki. Kelompok hierarki ini secara psikologis yang terpecah, bisa ke psikologis dan hierarki,” jelas Sigit.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Konsisten Unggul Sebagai Capres 2024
“Sebagian anggota atau pengurus (hierarki) kebanyakan psikologis. Tetapi, sosiologisnya itu yang penting banteng walaupun gepeng,” lanjut dia.
Sigit Krisbintoro menyampaikan dari hasil analisis pribadinya, diprediksi kader PDIP terpecah tiga kelompok di Pilpres 2024 dan akan menjadi boomerang bagi PDIP sendiri.
“Pengurus partai ini kan wait and see, mereka terpenjara hierarki. Dan ini bisa dimanfaatkan oleh partai politik lain. Jadi masuknya bukan ke konstituen, tapi ke psikologis pengurus,” tutup dia.






