Menu
Precision, Actual & Factual

Hakim Bongkar Keuntungan Eks DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono Usai Main Proyek Rp 14,5 M

  • Bagikan
Anggota Majelis Hakim bertanya kepada eks anggota DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono tentang keuntungan yang diperoleh usai mendapat proyek senilai Rp 14,5 miliar yang dikerjakan CV Sakura milik saudaranya. Wahyu mengatakan ia mendapat keuntungan 7,5 persen dari saudaranya, Jabasona atau Sona. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Anggota Majelis Hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang yang menyidangkan perkara korupsi berkait fee proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan terlibat dialog dengan anggota DPRD Bandar Lampung Wahyu Lesmono.

Pada Rabu, 7 April 2021, Wahyu Lesmono sebelumnya sudah mengaku turut mendapat proyek pada Dinas PU-PR Lampung Selatan dengan cara menyetorkan fee proyek.

Paket proyek yang diterima Wahyu Lesmono berlangsung pada tahun 2017 dan tahun 2018. Total proyek yang didapat Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung tersebut senilai Rp 14,5 miliar.

Wahyu Lesmono pun telah menegaskan bahwa total proyek sebanyak 20 paket itu dikerjakan oleh CV Sakura milik Sona alias Jabasona, yang disebutnya sebagai saudaranya.

Dialog antara Wahyu Lesmono dan anggota majelis hakim tadi menghasilkan fakta persidangan bahwa Wahyu ternyata mendapatkan keuntungan.

Keuntungan dari proyek yang dikerjakan saudara Wahyu tersebut tidak dirincikan dalam nominal rupiah.

Wahyu mengatakan bahwa ia menikmati 7,5 persen dari paket proyek yang didapat dari Hermansyah Hamidi pada tahun 2017 dan Anjar Asrama pada tahun 2018.

Diketahui, pada tahun 2017, Wahyu Lesmono mendapat proyek karena kedekatannya dengan Agus Bhakti Nugroho.

Kedekatan atau hubungan tadi, ungkap Wahyu Lesmono, berdasarkan partai politik PAN.

Wahyu Lesmono mengatakan, Agus Bhakti Nugroho yang notabene adalah staf khusus eks Bupati Lampung Selatan Zainudin masih satu partai dengan dia.

Setelahnya, Wahyu Lesmono dikenalkan Agus Bhakti Nugroho untuk bertemu dan berdialog dengan eks Kadis PU-PR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi.

Wahyu Lesmono diketahui bersaksi dalam perkara dimana terdapat 2 orang terdakwa, di antaranya Hermansyah Hamidi dan Syahroni.

Persidangan ini berjalan berdasarkan pengembangan yang dilakukan KPK usai perkara dan perbuatan korupsi Zainudin Hasan terbukti.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan