Menu
Precision, Actual & Factual

Asal Usul Toyota Innova & Fortuner Hermansyah Hamidi Dicurigai KPK

  • Bagikan
Jaksa KPK Meyer V Simanjuntak. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Salah seorang terdakwa perkara Tindak Pidana Korupsi terkait suap fee proyek Kabupaten Lampung Selatan 2017, terungkap mendapat penambahan aset barang mewah semasa dirinya diangkat menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat Lampung Selatan sejak 2016 lalu.

Fakta tersebut terkuak kala dua terdakwa perkara korupsi suap fee proyek lampung selatan 2017 yakni Syahroni dan Hermansyah Hamidi, disidangkan untuk memberikan kesaksiannya sekaligus keterangannya sebagai terdakwa di persidangan lanjutan Rabu kemarin (05/05), yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang.

Dalam fakta persidangan kali ini, di hadapan Majelis Hakim Tipikor yang diketuai oleh Efiyanto, Hermansyah Hamidi terbukti memiliki harta kekayaan yang tak wajar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut dari KPK saat menyinggung dua unit mobil mewah miliknya berupa satu unit Toyota Kijang Innova dan satu unit Toyota Fortuner, yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Dua mobil mewah tersebut didapati kenyatannya dibeli oleh terdakwa Hermansyah Hamidi dengan pembelian secara tunai, hanya dalam waktu dua tahun ia menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan periode 2016-2018.

Fakta persidangan ini akhirnya dicurigai oleh JPU, yang mengatakan bahwa jika dilihat dari gajinya sebagi ASN yang hanya kisaran Rp.7-8 juta per bulan, mobil-mobil mewah tersebut disinyalir kuat dibelinya dengan menggunakan uang fee proyek Lampung Selatan yang dalam dakwaannya mengalir kepada terdakwa Hermansyah Hamidi sebanyak Rp4  miliar lebih.

“Kami singgung soal dua mobil mewah milik Hermansyah Hamidi dengan tujuan untuk memperkuat dakwaan, yang menyebut bahwa ia menerima aliran dana komitment fee proyek senilai Rp4 miliar lebih,” ujar JPU Meyer Volmer Simanjuntak.

“Sebab pada semasa ia menjabat Kadis PUPR tahun 2016-2018, dirinya mendapat aset tambahan luar biasa yang ia beli secara tunai berupa satu unit mobil Toyota Innova dan satu unit Toyota Fortuner, yang dirasa tidak masuk akal jika dilihat dari gajinya sebagai ASN yang hanya Rp7-8 juta per bulan,” tutupnya.

Persidangan dari perkara ini akan kembali dijadwalkan digelar pada Rabu dua pekan mendatang (19/05), dengan agenda sidang lanjutannya yakni yang akan mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU KPK.

  • Bagikan