Kirka – Kejaksaan Agung secara resmi menyita 11 unit mobil mewah dari penguasaan PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI).
Langkah penyitaan yang dipimpin Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kamis, 17 September kemarin dilakukan untuk melengkapi barang bukti kasus dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan menjadi perkebunan tebu di Lampung.
Deretan aset fisik yang dilucuti penyidik mencakup kendaraan bernilai miliaran rupiah.
Di antaranya terdapat satu unit Toyota Alphard 2.5, Toyota Innova Zenix, serta Toyota Fortuner 2.8 VRZ 4×4.
Petugas turut mengangkut tiga unit Honda CR-V, dua unit Toyota Kijang Innova, satu unit Mitsubishi Xpander merah, bersama dua kendaraan operasional lapangan berjenis Mitsubishi Canter dan Strada.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan seluruh aset langsung diamankan oleh tim di Gedung Bundar demi kepentingan pro justitia.
Dasar penarikan paksa belasan kendaraan bersandar pada tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru yang diterbitkan beruntun sejak Juli lalu.
“Seluruh barang bukti yang disita tersebut telah diamankan oleh Tim Penyidik guna kepentingan pembuktian dalam proses penyidikan perkara,” kata Anang melalui keterangan resminya, Sabtu, 19 September 2026.
Sebelum melakukan penyitaan aset bergerak, penyidik Jampidsus lebih dulu membongkar alur administrasi dan aliran dana korporasi.
Sepanjang hari Kamis, jaksa mencecar lima orang saksi kunci dari berbagai instansi secara maraton.
Dari internal PT PSMI, petugas memeriksa MB selaku jajaran direksi, AP, serta NCK dari divisi keuangan perusahaan.
Guna melacak jejak perizinan lahan, kejaksaan juga meminta keterangan dari unsur pemerintah dan perusahaan pelat merah.
Penyidik memanggil KW sebagai perwakilan Kementerian Kehutanan, bersanding dengan SIH yang menjabat Dewan Komisaris PT Inhutani V periode 2012 sampai 2017.
Pemeriksaan lintas sektoral bertujuan merangkai alat bukti utuh guna menjerat siapa aktor intelektual di balik perambahan hutan negara seluas ribuan hektare.






