Hukum  

Direktur PT Asmi Hidayat Saksi Korupsi Lampung Selatan

Total proyek yang diakui Ardy Gunawan (berkemeja motif kotak-kotak dan bercelana jeans) di Dinas PU-PR Lamsel, hanya senilai Rp 15, 8 miliar dan menyatakan telah memberi Rp 250 juta kepada eks Kadis PU-PR Lamsel Anjar Asmara. Paket proyek tersebut terdiri dari pembangunan Masjid Bani Hasan senilai Rp 10 miliar; pembangunan pagar masjid senilai Rp 900 juta; pembangunan Gedung DPRD Lamsel senilai Rp 4 miliar dan pembangunan Gedung Banggar DPRD Lamsel senilai Rp 900 juta. Foto Ricardo Hutabarat

Menurut keterangan Anjar Asmara, ucap Taufiq Ibnugroho, pemberiaan uang Rp 5,5 miliar telah berlangsung beberapa kali, dan pernah berlangsung di kediaman Ardy Gunawan di Jalan Way Pisang Nomor 12, Pahoman, Bandar Lampung.

Mendapat pertanyaan itu, Ardy Gunawan mengaku memang bertempat tinggal di alamat tersebut. Hanya saja ia tetap menyangkal pemberian uang sebesar itu.

Sejauh ini, ucap Ardy Gunawan, uang senilai Rp 250 juta yang disebutnya hanya dipinjam Anjar Asmara atau berkait dengan uang THR, diberikan dengan tidak menggunakan kwitansi sebagi bukti tanda terima.

Untuk diketahui, pembangunan masjid di Kejati Lampung memang pernah berlangsung. Peresmian atas pembangunan masjid itu sendiri dihadiri langsung oleh Jaksa Agung Mohammad Prasetyo pada Rabu, 19 September 2018.

Pewarta KIRKA.CO yang dulunya bertugas pada media siber Kupastuntas.co turut hadir dalam peresmian masjid tersebut dalam hal melakukan peliputan.

Masjid tersebut disebut-sebut merupakan hibah yang diberikan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wali Kota Bandar Lampung Herman HN dan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Atas pembangunan, M Ridho Ficardo sempat menyampaikan kalimat candaan. Menurut dia, kendati Pemerintah Kota Bandar Lampung yang menyerahkan hibah kepada Kejati Lampung, namun nama masjid tersebut nyaris mirip dengan identitas Gubernur.

Perkataan Ridho Ficardo sontak disambut tawa dari para hadirin yang ada dalam kegiatan tersebut. Ia berkata, ”Ini yang disebut telur mata sapi. Ayam yang punya telur, tapi Sapi yang punya nama. Heheheh”.

Usai meresmikan masjid, Jaksa Agung M Prasetyo berjalan untuk berniat meninggalkan lokasi. Pada saat itu sempat turun hujan. Saat berjalan Jaksa Agung M Prasetyo sempat tergelincir dan nyaris jatuh.