Hukum  

Berkat Hakim, Anggota DPRD Tubaba Marzani Akhirnya Jujur Ihwal Alur Penyuapan Dalam PMB Unila

Anggota DPRD Tubaba Marzani
Anggota DPRD Tubaba Marzani usai menyampaikan kejujurannya di muka persidangan pada 16 Februari 2023 di PN Tipikor Tanjungkarang. Foto: Arsip KIRKA.CO,

Dari sekian lama Lingga Setiawan memberikan penjelasan, Anggota DPRD Tubaba Marzani mengatakan ‘siap salah’.

Perkataan itu membuat Lingga Setiawan memberikan pemahaman ulang kepada Marzani untuk mendorongnya menjadi saksi yang jujur di muka persidangan.

Dorongan ini dilakukan Lingga Setiawan karena ia merasa kesal dan jengkel dengan kebiasaan saksi-saksi yang selama ini merasa dirinya benar kendati telah terang-terangan menyuap demi melewati tes PMB di Unila.

”Siap salah,” ucap Marzani.

”Bukan siap salah! Memang yang saya gali itu, sikap batin saudara ketika saudara menghubungi pejabat Unila, ketika saudara memberikan uang. Ada sikap batin itu memang mau berkolusi?

Sulit pak. Bapak ini orang jujur apa enggak?? Memang mau berkolusi? Supaya anaknya lulus? Begitu ya pak ya? Memang mau berkolusi? Ayo jawab! Lama sidang ini,” cecar Lingga Setiawan.

”Binggung yang mulia!” jawab Marzani.

Baca juga: Budi Sutomo Bikin Gemas Jaksa KPK Perkara Unila: Dia Tutupi Fakta!

Jawaban Marzani memantik kejengkelan Lingga Setiawan.

”Kok bingung? Kalau bingung, artinya bapak tidak jujur. Semuanya sudah terang benderang. Bapak tidak mau mengakui, bapak cuma ngemasnya dengan ‘siap salah’.

Tapi bapak tidak mau mengakui bapak berkolusi. Sikap mens rea saksi akan saya tanya, sikap batin saksi akan saya tanya. Nggak salah itu dalam hukum acara.

Itu nanti dihubungkan dengan sikap batin para terdakwa. Bagaimana sikap batinmu. Memang mau kolusi tujuannya? Akui saja kalau memang mau kolusi. Hey, sebut bapak, atau tidak? ‘Saya tidak mau kolusi’.

Tapi sudah terpapar semua, sudah terlihat semua, sudah tergambar semua, publik sudah tahu semua, banyak wartawan di sini. Gimana memang mau berkolusi?

Sulit anggota DPRD sulit mengakui bahwa dia memang mau kolusi,” tegas Lingga Setiawan.

Mendengar penegasan-penegasan ini, Marzani yang sejak awal sudah jujur -mengakui bahwa kepentingan pemberian uang Rp250 juta kepada Budi Sutomo adalah agar anaknya bisa diluluskan menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila- malah mengelak.