KIRKA – Aliran uang di dalam Penyidikan kasus dugaan korupsi yang diusut KPK di Kementerian Pertanian atau Kementan disebut mengalir ke Partai NasDem.
Aliran uang dalam kasus Kementan yang menjerat Syahrul Yasin Limpo itu dinyatakan mengalir sejumlah miliaran rupiah untuk kepentingan Partai NasDem.
Pernyataan yang KPK ungkapkan sedemikian rupa ketika mengumumkan Penahanan terhadap Menteri Pertanian nonaktif Syahrul Yasin Limpo atau SYL itu dikritik.
Kritik itu dikemukakan Ketua DPP Partai NasDem yang juga Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari atau akrab disapa Tobas.
Tobas sepenuhnya mempertanyakan integritas lembaga antirasuah tersebut.
“Memangnya masih bisa kita percayai keterangan KPK?
Baca juga: Kasus Syahrul Yasin Limpo Seret Partai NasDem
Dengan proses hukum yang dilakukan KPK dalam kasus ini, apakah KPK saat ini masih dipercaya memiliki integritas dan independen?” kata Tobas pada 13 Oktober 2023.
Pertanyaan tentang apakah keterangan KPK masih bisa dipercayai tadi, jelasnya, muncul dari serangkaian peristiwa di balik penanganan perkara SYL.
“Ini adalah pertanyaan yang muncul jika kita mengikuti rangkaian proses ini.
Mulai dari penggeledahan ketika SYL di luar negeri, pembangunan opini oleh Wamentan seolah-olah SYL hilang padahal baru telat 2 hari dari jadwal ketibaan.
Lalu pemanggilan penasihat hukum sebagai Saksi atas legal opinion-nya. Pernyataan sebagai Tersangka oleh Menko Polhukam yang mendahului KPK.
Penangkapan di malam sebelum pemenuhan panggilan yang sudah dijadwalkan, larangan penasihat hukum mendampingi kliennya,” terangnya.
Baca juga: Konstruksi Perkara Syahrul Yasin Limpo Diungkap KPK
Khusus terkait aliran uang ke Partai NasDem di kasus Kementan yang diutarakan Komisioner KPK Alexander Marwata, Tobas juga menilai janggal.
“Dan yang terakhir keterangan Alex Marwata yang juga janggal.
Dalam keterangannya, Alex mengatakan sebagai bukti permulaan adalah penggunaan dana sebesar Rp 13,9 M.
Tapi kemudian ia menambahkan bahwa selain itu penelusuran lebih lanjut masih terus dilakukan Tim Penyidik, yang salah satunya soal aliran uang untuk kepentingan Partai NasDem dalam jumlah yang tidak dirinci.
Hanya disebut miliaran rupiah.
Alex menjelaskan suatu hal yang akan ditelusuri lebih lanjut, yang masih dicari-cari, tapi sudah diangkat ke publik.
Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Mempraperadilankan KPK
Terlalu banyak hal yang janggal dan merusak nalar hukum kita. Saya selama ini selalu mendukung kerja-kerja KPK.
Namun kenapa dalam perkara cara penanganannya seperti ini. Ada apa dengan KPK?” ucap Tobas.
Sebelumnya, Alexander Marwata membeberkan konstruksi perkara yang menjerat Syahrul Yasin Limpo di Gedung Merah Putih KPK pada 13 Oktober 2023 malam.
Dalam salah satu konstruksi perkara itu, Alex menyebut bahwa KPK menemukan aliran uang yang diduga bersumber dari dugaan Tindak Pidana Korupsi yang Syahrul Yasin Limpo lakukan di lingkungan Kementan.
”Selain itu, sejauh ini ditemukan juga aliran penggunaan uang sebagaimana perintah SYL yang ditujukan untuk kepentingan Partai NasDem dengan nilai miliaran rupiah dan KPK akan terus mendalami,” ujar Alexander Marwata.
Hanya saja, dia belum mendetailkan apa yang dimaksud dengan kepentingan Partai NasDem tersebut.
Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Ditahan KPK!
Kemudian kepada siapa perintah itu ditujukan SYL, sehingga uang diduga hasil korupsi tersebut mengalir untuk kepentingan Partai NasDem.
Beberapa waktu belakangan, Partai NasDem mengaku pernah menerima sumbangan uang dari Syahrul Yasin Limpo senilai Rp20 juta untuk kepentingan bantuan bencana alam.
“Ke Fraksi NasDem untuk bantuan bencana alam, itu benar. Nilainya Rp 20 juta,” kata Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni pada 12 Oktober 2023.
Senada, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim, mengakui ada dana yang pernah ditransfer oleh Syahrul Yasin Limpo ke Partai NasDem.
“Bantuan SYL pernah ada sebesar Rp 20 juta ditransfer ke rekening Fraksi NasDem DPR RI,” kata Hermawi pada 12 Oktober 2023 kemarin.






