KIRKA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI menyiapkan penjadwalan ulang kegiatan adu gagasan 3 orang Calon Presiden pada Pilpres 2024 mendatang yang semestinya terlaksana pada 14 September 2023 hari ini di Kampus UI.
Penjadwalan ulang kegiatan adu gagasan 3 orang Calon Presiden di Kampus UI ini disampaikan Ketua BEM UI Melki Sedek Huang.
Alasan di balik penjadwalan ulang tersebut disebabkan 2 orang Calon Presiden berhalangan hadir.
Melki Sedek Huang menuturkan, pelaksanaan kegiatan adu gagasan para Calon Presiden ini akan digelar selambat-lambatnya pada akhir bulan September 2023 ini.
”Sampai hari ini, setelah kami mengirimkan surat kepada ketiga bakal calon presiden, yakni pak Ganjar, pak Anies dan juga pak Prabowo. Kami mendapatkan konfirmasi.
Pak Anies Baswedan siap untuk hadir. Pak Ganjar Pranowo sedang umroh, yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Pak Prabowo sedang ada agenda kenegaraan bertugas sebagai Menteri Pertahanan.
Konfirmasi ini kami hargai, namun karena program kami pada intinya adalah adu gagasan bakal calon presiden, kami merasa ada baiknya kami membuka komunikasi lanjutan agar ketiganya bisa hadir.
Baca juga: Abdul Muhaimin Iskandar: Politik Itu Berat, Biar PKB Saja
Komunikasi lanjutan ini kami akan tunggu selambat-lambatnya pada akhir September 2023,” katanya.
Melki mengatakan, acara adu gagasan ini bukanlah debat Calon Presiden yang biasa diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum pada tahapan kampanye Pemilu.
Ia menyadari bahwa tahapan Pemilu masih pada tahap sosialisasi. Sehingga, acara tersebut bukan dalam rangka kampanye politik.
Melki mengaku bahwa BEM UI telah berkomunikasi dengan pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu atas adanya kegiatan ini.
“Program ini berlangsung adu gagasan bakal calon presiden ini berlangsung kita akan berkomunikasi dengan pihak KPU dan Bawaslu untuk menjamin tidak ada pelanggaran pemilu yang kita lakukan,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa acara itu hanya dimaksudkan untuk mengetahui gagasan yang dikemukakan ketiga orang Calon Presiden tersebut.
“Bukan saling debat balik. Ini adalah adu gagasan dimana para panelis nanti yang akan berada di berbagai kalangan baik dari dosen, mahasiswa menyampaikan keresahannya dan di situ bentuknya adu gagasan,” tuturnya.
Baca juga: KPK Siapkan Undangan Klarifikasi LHKPN Kedua untuk Gubernur Lampung






