Menu
Precision, Actual & Factual

Terima Uang Rp 1,5 Miliar, Ketua DPD Gerindra Lampung Kaitkan dengan Kontestasi Pilkada

  • Bagikan
Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim. Foto Istimewa

KIRKA.CO – JPU KPK diperkenankan majelis hakim untuk membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik saksi bernama Gunadi Ibrahim karena yang bersangkutan sedang mengalami stroke.

Keterangan di dalam BAP milik Ketua DPD Gerindra Lampung itu dibacakan untuk terdakwa eks Bupati Lampung Tengah Mustafa yang didakwa atas suap dan gratifikasi.

Diketahui, Gunadi Ibrahim disebut menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada 25 April 2019.

Dalam pembacaan BAP ini, KIRKA.CO mendapat penegasan dari JPU KPK Taufiq Ibnugroho, bahwa selain mengulas hasil sadapan ke nomor ponsel Gunadi Ibrahim, penyidik KPK juga mengonfirmasi tentang penerimaan uang Rp 1,5 miliar dari terdakwa Mustafa ke Gunadi melalui Anggota DPRD Lampung Tengah Zainudin.

Berikut isi BAP yang dibacakan JPU KPK Taufiq Ibnugroho berdasar pada rekaman suara yang dilakukan KIRKA.CO di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 29 April 2021.

Diketahui, keterangan tentang uang Rp 1,5 miliar yang diterima Gunadi tertuang dalam BAP Nomor 12 dan 13.

Uang tersebut diakui Gunadi Ibrahim bukan haknya. Sehingganya, Gunadi kemudian mengembalikan uang tersebut ke KPK pada 12 Maret 2018.

BAP Gunadi Ibrahim Nomor 12.

Pertanyaan penyidik KPK: Apakah pada sekitar bulan November 2017, saudara pernah menerima uang dari saudara Zainudin sebesar Rp 1,5 miliar? Jelaskan…

Jawaban Gunadi Ibrahim: Saya pernah menerima uang sebesar Rp 1,5 miliar dari saudara Zainuddin di kantor DPD Gerindra yang terletak di Jalan Tugu Duren Bandar Lampung.

Seingat saya, pemberian tersebut terjadi antara bulan Oktober atau November 2017.

Adapun kronologis penyerahan uang tersebut adalah sebagai berikut:

A. Sekitar pukul 21.00 WIB, pada bulan Oktober atau November 2017, saya dihubungi oleh saudara Zainudin, yang pada intinya saudara Zainudin menanyakan keberadaan saya. Saya jawab saya sedang berada di Kantor DPD Gerindra.

B. Kemudian sekitar 15 menit kemudian saudara Zainudin datang ke kantor DPD
Gerindra.

Saudara Zainuddin menemui saya di ruang kerja saya di kantor DPD Gerindra, ruang Ketua DPD.

C. Kami kemudian berbicara empat mata. Saudara Zainudin menyampaikan, ini ada
dana Rp 1,5 miliar bantuan dari Mustafa di mobil saya.

Saya jawab, ya sudah diatur aja sama Buyung dan dipindahin ke mobil saya.

D. Kemudian saya memanggil saudara Buyung, selanjutnya saudara Zainudin meninggalkan ruangan saya bersama dengan saudara Buyung.

E. Setelah selesai memindahkan uang tersebut, kemudian saudara Zainudin kembali ke ruangan kerja saya. Kami sempat berbicara tentang kegiatan-kegiatan partai.

F. Kurang lebih sekitar 10 menitan, kemudian saudara Zainudin pamit dan izin untuk pulang meninggalkan kantor DPD Gerindra yang terletak di daerah Tugu Duren
Bandar Lampung.

BAP Nomor 13.

Pertanyaan penyidik KPK: Terkait jawaban di atas, agar saudara jelaskan maksud dari kalimat bantuan saudara Mustafa Bupati
Lampung Tengah?

Jawaban Gunadi Ibrahim: Dapat saya jelaskan maksud dari bantuan saudara Mustafa Bupati Kabupaten Lampung Tengah pada jawaban di atas adalah:

A. Pada tahun 2015 saya mengikuti Pilkada Kabupaten Lampung Tengah, dan bersaing dengan calon Bupati Lampung Tengah lainnya yaitu saudara Mustafa.

B. Hasil akhimya saya kalah perolehan suara dari saudara Mustafa. Ketika saya kalah, saya mengucapkan selamat atas kemenangannya dan pada hari pelantikan saya hadir.

Kemudian setelah pelantikan, saya bertemu saudara Mustafa, seingat saya di
Bandara Raden Intan Lampung Selatan, di situ saudara Mustafa mengatakan kepada saya, bahwa akan membantu dana kepada saya.

Saat itu tidak mengatakan berapa jumlahnya. Kemudian saya ucapkan terima kasih. Selain di Raden Intan mengatakan akan membantu sejumlah dana kepada saya.

Menyikapi isi keterangan BAP Gunadi Ibrahim ini, ujar Taufiq Ibnugroho, terdakwa Mustafa membantah bahwa alasan pemberian uang tadi bukan lah bagian dari kompensasi dari terdakwa kepada saksi, khususnya pasca Gunadi kalah dalam pertarungan Pilkada di Lampung Tengah.

Melainkan, sambung Taufiq Ibnugroho, untuk proses proposal pinjaman Pemkab Lampung Tengah ke PT SMI agar ditandatangi DPRD setempat.

“Jadi bukan terkait kompensasi, begitu kalau menurut keterangan terdakwa Mustafa tadi,” ungkap Taufiq Ibnugroho.

KIRKA.CO merekam dengan baik tanggapan terdakwa Mustafa atas keterangan Gunadi Ibrahim. Tanggapan tersebut diutarakan Mustafa saat ia ditanya oleh majelis hakim pasca BAP Gunadi dibacakan.

“Menurut saudara terdakwa, bagaimana ini keterangan saksi Gunadi Ibrahim?” tanya Ketua Majelis Hakim Efiyanto D.

“Sebenarnya saya tidak ada terkait hutang piutang atau janji (dengan saudara Gunadi_red),” jawab Mustafa.

Menurut Mustafa, uang yang harusnya diberikan sebenarnya adalah Rp 2,5 miliar. Hanya saja baru bisa diberikan Rp 1,5 miliar.

Uang ini ungkap Mustafa, untuk memuluskan penandatanganan dari pimpinan DPRD terkait pengajuan proposal pinjaman Rp 300 miliar dari Pemkab Lampung Tengah ke PT SMI.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan