Kirka – Sebanyak 48 atlet dari tujuh kabupaten dan kota mulai bersaing dalam ajang perdana Kejuaraan Daerah (Kejurda) Padel Lampung.
Kompetisi yang bergulir di Dome Sport Arena pada Sabtu, 25 Juli 2026, menjadi langkah pembuka jalan bagi pembinaan atlet sekaligus proyeksi awal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Puluhan peserta yang turun berlaga terdiri atas 16 pasangan putra dan delapan pasangan putri.
Mereka saling jegal membawa nama daerah masing-masing, yakni Kota Bandarlampung, Metro, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, hingga Pringsewu demi merebut gelar juara pertama kalinya di cabang olahraga padel.
Gerak cepat PBPI Lampung dalam menyelenggarakan kompetisi langsung mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menilai penyelenggaraan kejuaraan daerah merupakan bentuk keseriusan pengurus yang baru saja dilantik.
“Kejurda Padel menjadi bukti keseriusan organisasi dalam membangun pembinaan atlet melalui kepengurusan yang telah terbentuk di 15 kabupaten/kota di Lampung,” ucap Marindo di sela-sela agenda pertandingan.
Dukungan serupa mengalir dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti, memandang kompetisi tingkat daerah harus segera diputar mengingat padel sudah masuk dalam daftar cabang olahraga resmi pada PON 2028 mendatang.
Menurut Yopi, pembinaan calon atlet andalan daerah harus berjalan terukur.
Salah satu batu loncatan yang disiapkan adalah dengan memasukkan olahraga raket tersebut ke dalam kalender kejuaraan multievent terdekat.
“Padel dapat dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Lampung 2026 sehingga menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial,” ujarnya menjelaskan.
Agar regenerasi pemain berprestasi tidak terputus, Yopi mengingatkan perlunya iklim kompetisi yang berjalan berkesinambungan sepanjang tahun di luar kejuaraan resmi PBPI.






