Segel Tiket ke Jakarta, Putra-Putri Anbustra Lampung Tembus Liga Takraw Nasional

Segel Tiket ke Jakarta, Putra-Putri Anbustra Lampung Tembus Liga Takraw Nasional
Skuad putra dan putri Anbustra Lampung resmi melangkah ke putaran final Liga Sepak Takraw Nasional usai tampil gemilang di Kualifikasi Wilayah I Sumatera (Piala Wali Kota Bandarlampung). Foto: Arsip Istimewa/Kirka/I

Kirka – Langkah Anbustra Lampung menuju putaran final Liga Sepak Takraw Indonesia tingkat pusat akhirnya tak terbendung.

Tiket berlaga ke Jakarta pada Oktober 2026 mendatang resmi berada di genggaman, menyusul keberhasilan skuad putra dan putri mereka menembus jajaran atas pada kualifikasi Wilayah I Sumatera.

Kepastian melenggang ke ibu kota didapat setelah kedua tim merampungkan pertarungan memperebutkan Piala Wali Kota Bandarlampung di GOR Siger, Minggu, 26 Juli 2026.

Skuad putri menuntaskan turnamen sebagai runner up, sementara regu putra mengunci peringkat ketiga bersama.

Perjalanan merebut mahkota juara regional rupanya berujung rintangan terjal.

Laju srikandi Anbustra terhenti di partai puncak akibat takluk 1-2 dari GSTR Kota Jambi.

Kekalahan serupa turut dialami kelompok putra saat dipaksa menyerah 0-2 oleh RTSC Sumatera Barat pada babak semifinal.

Menyikapi hasil akhir laga, Pelatih Putri Anbustra, Abdul Malik, mengaku cukup puas melihat daya juang anak asuhnya saat menghadapi tekanan bertubi-tubi.

Terlebih, lawan pada partai final diperkuat oleh barisan pemain sarat pengalaman.

“Anak-anak menunjukkan peningkatan performa padahal mereka masih berstatus junior.

“Sebagai perbandingan, kubu Jambi menurunkan dua atlet berlabel pelatnas,” ungkap Abdul Malik.

Meski lega, jajaran pelatih tetap mencatat sejumlah celah permainan.

Penurunan stamina serta hilangnya konsentrasi pada menit-menit penentu menjadi pekerjaan rumah utama yang wajib dibenahi sebelum bertolak menghadapi lawan level nasional.

Mengenai sistem kelolosan, Ketua Badan Liga Sepak Takraw I Indonesia, Alimudin, memaparkan bahwa tiket menuju seri pusat berpatokan penuh pada peringkat akhir klasemen.

Penyelenggara menetapkan kuota lima klub terbaik untuk kategori putra dan empat tim teratas bagi sektor putri.

“Berdasarkan rangking, perwakilan Sumatera sudah terpilih dan siap bersaing di Jakarta pada akhir Oktober mendatang,” sebut Alimudin.

Pihaknya memendam harapan agar pencapaian klub lokal mampu memantik kebangkitan prestasi daerah.

Pada era 1980-an, ujung selatan Sumatera dikenal luas sebagai lumbung pesepak takraw andalan yang langganan mewakili Indonesia pada ajang SEA Games maupun kejuaraan internasional lainnya.

Dorongan senada dilontarkan Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria.

Ia mendesak pengurus provinsi PSTI beserta manajemen klub segera membedah rekam jejak kondisi fisik dan ketahanan mental pemain sehabis kompetisi melelahkan tersebut.

“Evaluasi menyeluruh sangat dibutuhkan agar penampilan atlet bisa maksimal di tingkat nasional.

“Harapannya, penjaringan bibit unggul terus berjalan sebagai modal persiapan menuju PON XXII di NTB dan NTT,” urai Riagus Ria.

Sebagai informasi tambahan, lima tiket putra disabet oleh RTSC Sumbar, Bujang Sembilan Kepri, Anbustra, GSTR Kota Jambi, dan Rencong Timur Aceh.

Adapun empat slot sektor putri secara resmi dikantongi GSTR Kota Jambi, Anbustra, RSTC Sumbar, serta Sriwijaya Takraw Sumsel.