Menu
Precision, Actual & Factual

Pengemplang Pajak Ida Laila Dituntut Ganti Rugi Rp20 Miliar Lebih

  • Bagikan
Terdakwa Pengemplang Pajak Kopi Kabupaten Tanggamus, Ida Laila. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Terdakwa perkara pengemplangan pajak kopi Kabupaten Tanggamus dituntut hukuman pidana penjara selama 30 bulan, ia pun dituntut untuk membayar Kerugian Negara sebanyak Rp20 miliar lebih.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada hari ini, Selasa (18/05), dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Kotaagung, atas nama terdakwa Ida Laila dalam klasifikasi perkara Tindak Pidana Perpajakan.

Tim JPU Kejaksaan Negeri Tanggamus akhirnya memberikan tuntutan kepada Ida Laila dengan jeratan Pasal 39 Ayat (1) huruf i Undang-undang Perpajakan, dengan tuntutan hukuman pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Dirinya juga turut dituntut untuk membayar sejumlah Kerugian Negara yang diakibatkan oleh ulahnya sebesar total Rp20.134.084.376 (Dua puluh milyar seratus tiga puluh empat juta delapan puluh empat ribu tiga ratus tujuh puluh enam rupiah), subsidair 6 bulan penjara.

“Tuntutan tersebut telah dipertimbangkan dengan melihat hal yang meringankan diantaranya, Terdakwa beritikad baik secara sukarela menyerahkan dua buah aset berupa sertifikat tanah yang ditaksir bernilai kurang lebih sebesar Rp3 milyar, yang tujuannya untuk membayar denda atas perbuatannya tersebut,” ujar Rizka Saputra, Kasi Intel Kejari Tanggamus (18/05).

Diketahui pada perkara ini, Ida Laila merupakan seorang yang berstatus sebagai Ketua sekaligus pengurus Kelompok Usaha Bersama Rendingan, yang didakwa telah sengaja tidak melakukan penyetoran ke Negara setelah melakukan pemungutan pajak kopi untuk Januari 2016 sampai Desember 2018 dari Empat perusahan.

Sementara persidangan dari perkara ini akan kembali digelar sidang lanjutannya pada pekan depan, dengan agenda sidang yakni pembacaan nota pembelaan dari terdakwa.

  • Bagikan