Pasang air laut setiap tahunnya mengalami peningkatan.
“Ketinggian banjir di 2019 itu 127 cm sampai naik ke permukiman warga. Dan yang kemarin 128 cm lebih besar dari tahun 2019. Hampir 50 persen permukiman warga terendam Rob walaupun cuma sebentar,” ujar dia.
Said menjelaskan warga yang kediamannya selalu terendam banjir Rob berinisiatif untuk meninggikan lantai rumah.
“Kita menambah ketinggian lantai sekitar 10 cm. Bukan merubah total rumah, hanya merubah di dalam, lantainya kita timbun, dan dilakukan secara mandiri,” kata dia.
Warga Pulau Pasaran mengadaptasi dan memitigasi perubahan iklim dengan memanfaatkan ponsel sebagai sumber peringatan dini bencana.
Apalagi Pemkot Bandar Lampung telah menyediakan layanan wifi gratis di pulau sentra produksi ikan asin tersebut.
Said mengaku selama ini warga Pulau Pasaran hanya menerima peringatan dini melalui salinan Prakiraan BKMG Stasiun Maritim Panjang yang disebar melalui ponsel.
“Kalau secara khusus tidak ada (peringatan dini bencana),” ujar dia.
Said berharap pemerintah daerah dan pusat bisa bekerja sama untuk menyediakan alat dan sistem peringatan dini bencana Bandar Lampung.
Selain itu, dia juga berharap media ikut terlibat dalam sistem peringatan dini bencana Bandar Lampung dalam menyebarluaskan informasi.
“Media lokal hanya mengekspos setelah peristiwa terjadi tetapi untuk memberitahu akan begini, tidak. Tapi warga yang on melihat televisi, mereka tahu,” kata dia.
Namun, lanjut Said, satu hal yang paling diharapkan oleh masyarakat Pulau Pasaran saat ini adalah jalur evakuasi lewat jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.
Jembatan Pulau Pasaran yang sedang dalam tahap pembangunan diharapkan bisa segera diselesaikan.
“Kita tahu cara evakuasi lewat panduan BPBD cuma jalan keluarnya perlu jembatan yang memadai,” tutup Said.
Masyarakat Kelurahan Kangkung, Bumi Waras, juga memanfaatkan ponsel sebagai sumber peringatan dini bencana.

Camat Bumi Waras, Riana, ketika ditemui menjelaskan informasi dari BMKG akan diteruskan kepada RT dan Linmas setempat melalui grup WhatsApp.
“Kita instruksikan melalui grup WhatsApp RT dan Linmas. Kita minta jangan khawatir amat tapi antisipasi. Kita juga koordinasi terus dengan BPBD,” kata dia.
Riana mengaku banjir Rob yang kerap merendam permukiman warganya di Kelurahan Kangkung setiap tahun meningkat.
“Sama, Kelurahan Kangkung banjir Rob juga. Biasa kan banjir Rob itu kalau akhir tahun. Sekarang ini semakin maju dan sering,” ujar dia.
Riana menyampaikan warganya di pesisir yang terbiasa dengan banjir Rob lebih mengkhawatirkan angin kencang daripada pasang air laut.
“Banjir Rob cuma tergenang air pasang doang. Air naik sampai masuk rumah. Tapi kalau ada angin kencang, itu yang biasa menimbulkan musibah, rumah roboh,” kata dia.
Proyek CRIC, lanjut dia, mulai dijalankan di Kelurahan Kangkung pada 2021 lalu. Sistem peringatan dini bencana Bandar Lampung diharapkan bisa segera terwujud.
Baca Juga : Banjir Rob Pulau Pasaran Siswa Tetap Semangat Sekolah
Saat ini Pemkot Bandar Lampung sedang menyusun Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Tahun 2022.
“Alat peringatan dini sedang mengarah ke sana. Sementara kita mengerahkan RT dan Linmas. Sudah cukup bagus,” pungkas dia.






