KIRKA – Banjir Rob Pulau Pasaran siswa tetap semangat sekolah meski akses jembatan penyeberangan terputus karena direndam pasang air laut.
Baca Juga : Peringatan BMKG: Banjir ROB Lebih Pesisir Lampung
Salah satu siswa SMPN 42 Bandar Lampung, Mega, terpaksa menyeberang menggunakan perahu dengan membayar Rp5.000 untuk menuju sekolah.
“Gak bisa jalan jembatannya banyak airnya, jalannya susah. Tadi menyeberang bayar Rp5.000,” kata dia pada Rabu, 18 Mei 2022.
Siswa kelas 7 ini merupakan satu dari 1.200 lebih jiwa penduduk yang terdampak banjir Rob Pulau Pasaran. Sentra produksi ikan asin di Provinsi Lampung ini terdampak Rob setiap tahunnya.
Banjir Rob Pulau Pasaran merendam sebagian permukiman penduduk termasuk salah satu sekolah, SDN 3 Kotakarang.
“Rumah gak terendam,” ujar Mega.
Saat turun dari perahu penyeberangan waktu sudah menunjukkan hampir pukul 09.00 Wib.
Dia mengaku tidak takut telat karena pihak sekolah sudah memberikan dispensasi untuk mulai belajar.
“Ada dispensasi dari sekolah, kalau lagi banjir, datang telat gak apa-apa. Masuk sekolah jadinya pukul 09.00 Wib,” kata dia.
Wakil Kepala Sarana Prasarana SMPN 42 Bandar Lampung, Heri Yunanda, turut memantau anak didiknya yang menyeberang dari Pulau Pasaran.
“Aturan sekolah gak saklek kalau untuk begini, kan cuaca, sudah alam,” ujar dia.
Heri menjelaskan jam pelajaran seharusnya sudah dimulai sejak pukul 07.15 Wib.
“Dalam situasi begini kita apresiasi mereka mau masuk. Aturan fleksibel karena mereka butuh effort yang besar untuk sekolah. Kita apresiasi usaha mereka untuk datang,” kata dia.
Lokasi SMPN 45 Bandar Lampung tidak jauh dari jembatan penyeberangan Pulau Pasaran. Sekitar 200 meter jaraknya.
Sekolah ini baru diresmikan pada 17 Maret 2022 oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Heri menyampaikan sejauh ini fasilitas sekolah masih aman dari pasang air laut. Banjir Rob Pulau Pasaran hanya merendam sedikit halaman sekolah.
“Tidak semua karena (halaman) sudah tinggi, ada satu meter. Masih jauh dari ruangan belajar sekitar 3-4 meter dari halaman yang terendam,” ujar dia.
“Ke depannya, lapangan sekolah kita tinggikan,” pungkas Heri.






