Kirka – Warga Provinsi Lampung yang kerap bepergian ke Sumatera Selatan kini bisa bernapas lega.
Mulai 4 Juli 2026, perjalanan dari Stasiun Tanjung Karang menuju Kertapati dipastikan tak lagi menyiksa punggung.
Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi untuk armada KA Rajabasa.
Perombakan sarana sekaligus menjadi salam perpisahan bagi gerbong ekonomi konvensional.
Selama ini, rute antar provinsi berdurasi sekitar sembilan jam tersebut sangat identik dengan kursi tegak lurus 90 derajat berkapasitas 106 penumpang.
Keluhan soal posisi duduk yang berdesakan dan saling adu lutut kini dipastikan tinggal sejarah.
Dalam pembaruan, kapasitas penumpang dipangkas signifikan menjadi hanya 80 tempat duduk per gerbong.
Dengan konfigurasi 2-2, ruang kaki (legroom) warga Lampung yang bertolak ke Sumsel otomatis menjadi jauh lebih luas.
Daya tarik utamanya terletak pada fitur reclining seat dan arm rest (sandaran tangan).
Fitur ini memungkinkan penumpang merebahkan punggung secara fleksibel, menjadikan perjalanan jauh terasa seperti menggunakan layanan kelas eksekutif ringan.
“Peningkatan sarana KA Rajabasa adalah jawaban atas masukan pelanggan setia kami.
“KAI berkomitmen agar masyarakat, khususnya di wilayah operasi Lampung, dapat merasakan kenyamanan transportasi antar kota yang lebih manusiawi, modern, namun tetap terjangkau,” jelas manajemen KAI mengutip rilis resmi lewat akun @kai121_, Rabu, 17 Juni 2026.
Selain kursi yang ergonomis, suasana kabin kini dijamin lebih sejuk dan merata berkat sistem AC sentral.
Kekhawatiran kehabisan baterai gawai di tengah perjalanan pun teratasi dengan hadirnya stop kontak di setiap baris kursi.
Satu hal yang perlu diperhatikan calon penumpang asal Lampung, mayoritas kursi pada rangkaian baru diposisikan searah dan tidak bisa diputar.
Namun, bagi Anda yang berangkat bersama rombongan keluarga, KAI menyisakan beberapa titik kursi berhadapan yang berlokasi di nomor 10–11 (A–B) dan 12–13 (C–D).
Tarif Tak Naik
Di tengah lonjakan harga berbagai kebutuhan, KAI mengambil langkah populis dengan menahan tarif tiket KA Rajabasa.
Ongkos perjalanan penuh dari Stasiun Tanjung Karang hingga Kertapati tetap dipatok seharga Rp32.000.
Sementara tarif parsial antar distrik di wilayah Lampung dipatok mulai Rp29.000 saja.
Bagi masyarakat Bandarlampung dan sekitarnya yang hendak melancong atau melakukan perjalanan bisnis, jadwal operasional armada andalan ini tidak mengalami pergeseran:
KA Rajabasa (S8): Berangkat dari Stasiun Tanjung Karang pukul 08.30 WIB, dijadwalkan tiba di Kertapati pukul 17.50 WIB.
KA Rajabasa (S7): Berangkat dari Kertapati pukul 08.30 WIB, tiba kembali di Tanjung Karang pada 18.15 WIB.
Pembaruan gerbong KA Rajabasa ini diproyeksikan akan semakin memikat minat warga Lampung.
Hanya dengan modal seharga dua mangkuk bakso, perjalanan darat membelah Sumatera kini terasa jauh lebih nyaman, efisien, dan ramah di kantong.






