KIRKA – Selamat jalan Prof Azyumardi Azra. AJI Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Ketua Dewan Pers Indonesia Prof Azyumardi Azra pada 18 September 2022.
“Kaget, sedih, dan merasa kehilangan sekali saat mendengar kabar meninggalnya Prof Azyumardi Azra di Malaysia,” ujar Ketua AJI Indonesia, Sasmito, dalam keterangannya.
Baca Juga: Pernyataan Sikap LHKP Muhammadiyah Jelang Pemilu dan Pilkada 2024
Jurnalis VoA Indonesia ini mengenang Prof Azyumardi sebagai sosok yang berani, pintar, bisa menjadi jembatan dengan pemerintah, dan selalu hadir di kegiatan-kegiatan Dewan Pers.
“Belum ada setahun, ketika teman-teman AJI (Desember 2021) berkunjung ke rumah Prof Azyumardi untuk memohon kesediaan beliau menjadi Ketua Dewan Pers,” kata dia.
Sasmito menuturkan kedatangan mereka kala itu membawa amanat dari para konstituen Dewan Pers.
“Kami gembira sekali akhirnya saat Prof Azyumardi Azra terpilih menjadi Ketua Dewan Pers,” ujar dia.
Pria kelahiran 4 Maret 1955 – 18 September 2022 adalah akademisi dan cendekiawan muslim Indonesia.
Ia menjabat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta antara 1998 hingga 2006.
Pada 2010, ia memperoleh gelar kehormatan Commander of the Order of British Empire, dari Kerajaan Inggris dan menjadi ‘Sir’ pertama dari Indonesia.
Pada 2022, ia terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.
Ungkapan dukacita selamat jalan Prof Azyumardi Azra disampaikan masyarakat Indonesia, setelah rilis KBRI di Malaysia menyebutkan almarhum meninggal akibat serangan jantung di Rumah Sakit Selangor Malaysia, pada Minggu, 18 September 2022, pukul 12.30 waktu Kuala Lumpur.
“Belum satu tahun sejumlah prestasi didapatkan Dewan Pers di bawah kepemimpinan Prof Azyumardi,” lanjut Sasmito.
Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra akan dikenang sebagai pribadi yang berani, tegas, dan teguh pendirian dalam melakukan advokasi-advokasi nasional.
“Pada pembahasan RKUHP, draf resmi RKUHP akhirnya diunggah oleh Pemerintah dan DPR setelah didesak Dewan Pers dan koalisi masyarakat sipil,” kata dia.
Ketegasan pernyataan Prof Azyumardi, lanjut Sasmito, tidak bersayap saat mengkritik pemerintah.
“Dan itu selalu disampaikan ketika di Dewan Pers. Prof Azyumardi merasa yakin bahwa pemerintah tidak akan menganggap dirinya membenci pemerintah. Ia bisa berdiri di tengah demi bangsa yang lebih sehat,” ujar dia.
Sasmito mengatakan selaku Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi menjembatani generasi muda dengan pemikir-pemikir senior, para guru besar yang berdiri bersama pemerintah hari ini.
“Harus diakui kepakaran Prof Azyumardi cukup menguatkan posisi tawar generasi muda di mata pemerintah,” kata dia.
Semasa hidup menjabat Ketua Dewan Pers, kenang dia, Prof Azyumardi tidak pernah menonjolkan posisinya tersebut.
“Selamat jalan Prof Azyumardi Azra, Guru Bangsa. Tenanglah di sisi Allah SWT,” pungkas Sasmito.






