Kirka – Langkah Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai sebagai momentum tepat untuk membenahi manajemen pemenuhan gizi masyarakat.
Penunjukan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyukseskan program strategis nasional agar lebih tepat sasaran.
Sesaat setelah resmi menjabat, Sudaryono langsung menegaskan komitmennya.
Ia menempatkan pembenahan internal sebagai prioritas utama demi menjamin efisiensi, akuntabilitas, serta transparansi operasional lembaga yang baru dipimpinnya.
Menyikapi transisi kepemimpinan ini, Eksponen 98 Mahendra Utama memberikan pandangannya.
Ia menilai tantangan terberat BGN ke depan bukan sekadar mengeksekusi program pembagian gizi secara masif kepada masyarakat, melainkan bagaimana membangun pondasi kelembagaan yang bersih dan kredibel.
“Tata kelola yang efektif tidak hanya bergantung pada struktur birokrasi, melainkan bertumpu pada integrasi antara kepemimpinan yang akuntabel dan ketepatan sasaran kebijakan,” ujar Mahendra Utama, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam kacamata Mahendra yang merujuk pada pemikiran pakar administrasi publik Jan Kooiman, BGN mutlak menerapkan prinsip Good Governance.
Harus ada interaksi yang harmonis antara struktur lembaga dengan transparansi anggaran agar efektivitas pelayanan publik dapat tercapai.
Lebih lanjut, ia mewanti-wanti potensi kebocoran jika pengawasan jalannya program berjalan kendur.
Tanpa mekanisme kontrol yang ketat, ancaman penyimpangan distribusi sangat nyata dan berpotensi merugikan masyarakat luas sebagai penerima manfaat.
“Risiko inefisiensi dan bocornya anggaran program gizi akan selalu mengintai jika transparansi diabaikan dari awal,” tegas Mahendra.
Oleh karena itu, Mahendra menyambut positif janji Sudaryono untuk segera menata ulang manajemen BGN.
Ia mendorong agar pimpinan baru tersebut berani mengambil langkah berani untuk menutup setiap celah kelemahan birokrasi.
Dua instrumen yang disarankannya adalah percepatan digitalisasi pengawasan dan penguatan fungsi audit internal lembaga.
Kini, kinerja BGN di bawah komando Sudaryono tengah ditunggu publik.
Pembuktian lewat kerja nyata lembaga tersebut akan menjadi tolok ukur utama keberhasilan pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.






