Kirka – Hasrat mencetak prestasi gemilang pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 memaksa otoritas olahraga di daerah bertindak lebih agresif.
Alih-alih sekadar menggelar rutinitas evaluasi tahunan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menjadikan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Bandarlampung, kemarin, sebagai titik tolak perburuan atlet bermutu tinggi.
Nantinya, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 secara resmi ditetapkan menjadi gelanggang saringan pertama sekaligus yang paling menentukan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) sejalan dengan langkah berani tersebut.
Mereka memandang perhelatan multievent tingkat daerah itu bukan cuma arena perebutan medali dan gengsi antar-kabupaten.
Lebih dari itu, gelanggang Porprov bakal disulap menjadi kawah candradimuka guna mengukur kelayakan fisik serta mental para calon wakil Lampung di kancah nasional.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung, Muhammad Firsada, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penuh skema penjaringan ketat.
Menurutnya, potensi pahlawan olahraga lokal harus digali secara maksimal sejak tahap pembinaan paling bawah.
“Porprov bukan sekadar kompetisi antar daerah, melainkan sebuah wadah seleksi atlet terbaik yang akan dipersiapkan menuju PON,” tegas Firsada saat membuka acara mewakili Gubernur Lampung.
Sebagai penanda dimulainya rangkaian persiapan panjang, forum Rakerprov turut menjadi panggung perkenalan identitas visual ajang olahraga terbesar se-Provinsi Lampung.
Wajah baru kompetisi diperkenalkan lewat peluncuran tema, logo, serta maskot resmi Porprov 2026.
Peresmian identitas anyar itu dilakukan lewat seremoni penekanan tombol secara bersama-sama oleh Firsada dan Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, di hadapan ratusan peserta rapat yang memadati Ballroom Hotel Bandar Lampung.
Menyongsong agenda pencarian jagoan lokal ke depan, Taufik Hidayat menyoroti pentingnya menyatukan frekuensi seluruh pengurus cabang olahraga.
Pimpinan tertinggi otoritas olahraga Lampung ini menilai sinergi yang solid sedari dini akan sangat mempengaruhi nasib kontingen pada babak kualifikasi PON tahun 2027 mendatang.
“Rakerprov bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah forum konsolidasi untuk menyamakan langkah dalam mempersiapkan atlet,” ucap Taufik merespons tantangan pembinaan.
Diketahui, kegiatan yang mengusung semangat konsolidasi organisasi serta optimalisasi pembinaan kali ini terpantau dihadiri oleh seluruh elemen penyokong olahraga daerah.
Mulai dari jajaran pengurus KONI tingkat kabupaten dan kota, para ketua cabang, hingga deretan pemangku kepentingan terkait yang siap mengawal kebangkitan prestasi atlet Lampung.






