Kirka – Keberadaan pipa transmisi gas South Sumatera-West Java (SSWJ) mengambil peran vital sebagai tulang punggung pengembangan kawasan industri di Provinsi Lampung.
Infrastruktur energi sepanjang 268 kilometer dari Stasiun Pagardewa, Sumatera Selatan, menuju Labuhan Maringgai, Lampung Timur, siap menopang program hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menjelaskan bahwa saluran berdiameter 32 inci membentang melewati empat wilayah strategis, yakni Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.
Menurutnya, jalur energi mengalirkan gas bumi sekaligus berfungsi sebagai pondasi dasar membangun kutub pertumbuhan baru.
“Merujuk teori growth pole gagasan Perroux, pertumbuhan ekonomi tidak terjadi merata melainkan terkonsentrasi pada titik dengan aktivitas dominan.
“Infrastruktur yang lengkap menjadi prasyarat berdirinya industri pendorong, sehingga pipa SSWJ harus difungsikan sebagai enabler bagi bangkitnya kawasan industri,” kata Mahendra di Bandarlampung, Minggu, 20 September 2026.
Sekarang, lima kawasan industri tengah digarap secara serius.
Kelima lokasi mencakup Way Kanan Industrial Estate seluas 4.500 hektare untuk sektor agro, Tanggamus Industrial Estate berukuran 1.200 hektare di bidang maritim, serta Kawasan Industri Katibung yang memfokuskan sektor migas dan petrokimia di area 300 hektare.
Dua titik lainnya adalah Tanjung Bintang Industrial Zone dan Rejosari.
Dari daftar area pengembangan, Way Kanan menunjukkan kesiapan paling matang dengan target pengerjaan mulai 2027 karena sudah memiliki anchor tenant.
Mengingat jalur SSWJ melintasi Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur, koneksi gas bumi secara teknis sangat memungkinkan lewat pembangunan off take station di sepanjang lintasan.
Mahendra memaparkan fakta empiris terkait minimnya kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang baru menyentuh angka 18 persen.
Dari potensi komoditas senilai Rp150 triliun, realisasi hilirisasi baru sanggup mencapai Rp30 triliun.
“Tingkat pemanfaatan gas bumi di Lampung juga baru di kisaran 40 persen dari total kapasitas pipa.
“Menyambungkan aliran gas langsung ke kawasan industri adalah langkah wajib untuk mengubah paradigma dari sekadar ekonomi komoditas mentah menuju industrialisasi bernilai tambah tinggi,” tuturnya.






