Kirka – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat langkah nyata dalam mewujudkan transisi energi bersih tingkat nasional.
Anak usaha PT PLN (Persero) tidak sekadar bertugas menjaga pasokan bahan bakar pembangkit listrik, melainkan mulai bertransformasi menyediakan energi ramah lingkungan berprinsip keberlanjutan.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama mengemukakan bahwa PLN EPI tengah menjalankan sejumlah strategi spesifik untuk memperkuat ketahanan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air.
Salah satu proyek prioritas unggulan adalah pengembangan LNG Logistics Network Cluster Nusa Tenggara.
Proyek gasifikasi bertujuan menekan ketergantungan pembangkit terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Nantinya, gas alam cair atau LNG akan disuplai menuju lima pembangkit listrik utama di wilayah Lombok dan Flores, dengan total kapasitas kelima lokasi mencapai 477 Megawatt (MW).
“Fasilitas logistik akan didukung oleh kapal pengangkut LNG berkapasitas 22.000 CBM.
“Rencananya, proyek logistik gas beroperasi penuh pada tahun 2029 untuk menghasilkan sumber setrum yang lebih efisien sekaligus rendah emisi,” kata Mahendra dalam penjelasannya, Kamis, 17 September 2026.
Selain gasifikasi, langkah penguatan rantai pasok biomassa untuk program co firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) juga terus digenjot.
Konsep pengelolaannya mengintegrasikan skema ekonomi sirkular lewat pengolahan sampah terpadu (TPS3R) serta budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), tanpa melulu bertumpu pada suplai kayu atau limbah pertanian.
Mahendra menjelaskan, PLN EPI sukses membangun rantai pasok biomassa lewat kolaborasi aktif bersama pemerintah daerah dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
“Pendekatan kolaboratif bersama kementerian maupun pemerintah daerah terbukti sukses memberdayakan masyarakat lokal secara ekonomi, pastinya tanpa mengakibatkan deforestasi kawasan hutan,” tegasnya.
Menjelang pencapaian target netralitas karbon, pemanfaatan energi bersih tahap lanjut mulai dieksplorasi secara mendalam.
Perusahaan kini sedang memetakan potensi pengembangan Bio compressed Natural Gas (BioCNG) bersama green hydrogen (hidrogen hijau).
Langkah perintis digodok matang untuk memperkaya portofolio bahan bakar primer berbasis EBT.
Seluruh proyek strategis berjalan beriringan dengan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan manajemen risiko solid.
Integrasi nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) terpasang kuat dalam setiap lini operasional.
Keberadaan asas transparansi maupun akuntabilitas memastikan setiap program memberi dampak positif jangka panjang bagi perekonomian warga serta kelestarian ekosistem.
“Akselerasi PLN EPI membuktikan transisi energi bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud tindakan nyata demi mewujudkan kemandirian ketahanan energi nasional berkelanjutan,” ucap Mahendra menutup pemaparan.






