Kunjungan Wamenperin Faisol Riza di Lampung: Akselerasi Hilirisasi Singkong dan SDM

Kunjungan Wamenperin Faisol Riza di Lampung: Akselerasi Hilirisasi Singkong dan SDM
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza (kiri) bersama Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama (kanan) di sela-sela agenda kunjungan kerja. Foto: Arsip pribadi/Kirka

Kirka – Ambisi Provinsi Lampung untuk naik kelas dari penghasil bahan mentah menjadi pusat industri pengolahan mendapat kepastian.

Langkah konkret diwujudkan lewat kedatangan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza ke Bumi Ruwa Jurai pada Kamis, 16 Juli 2026, yang membawa dua agenda besar, percepatan hilirisasi komoditas singkong dan pembangunan infrastruktur pelatihan sumber daya manusia (SDM) secara masif.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai kehadiran pejabat kementerian bersama Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita memberi energi baru bagi visi industrialisasi daerah.

Apalagi, rombongan pusat disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela yang mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

“Langkah kementerian turun langsung ke lapangan bukan sekadar agenda seremonial.

“Ada komitmen program yang berdampak langsung pada perputaran roda perekonomian masyarakat bawah,” ujar Mahendra di Bandarlampung, Senin, 20 Juli 2026.

Secara khusus, Mahendra menyoroti peninjauan lahan seluas enam hingga tujuh hektare di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Aset milik Pemerintah Provinsi disiapkan sebagai calon Balai Diklat Industri (BDI).

Fasilitas pelatihan kelak menjadi ujung tombak pencetak tenaga kerja kompeten bersertifikasi.

“Pembangunan BDI akan menjawab tingginya kebutuhan pekerja lokal terampil, seiring dengan makin pesatnya perkembangan sektor pengolahan di kawasan Sumatera,” tambahnya.

Terkait status provinsi sebagai lumbung singkong nasional, rencana kementerian mengubah komoditas pertanian mentah menjadi produk bernilai tinggi turut mendapat sambutan hangat.

Praktik edukasi langsung dieksekusi melalui seminar serta pendampingan teknis produksi dan keamanan pangan di Kabupaten Lampung Timur.

Selain memproduksi tepung tapioka, pemerintah gencar mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) menghasilkan Modified Cassava Flour (MOCAF), pati termodifikasi, glukosa, sorbitol, hingga aneka olahan kreatif.

“Pengembangan produk turunan sangat sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal,” urai Mahendra.

Berdasarkan pandangannya, letak geografis strategis berpadu dengan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera serta kemudahan akses pelabuhan internasional membuat penguatan IKM berpeluang menciptakan stabilitas rantai pasok.

Kondisi menguntungkan diyakini mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Respon publik melalui pemberitaan arus utama pun turut menjadi sorotan.

Pantauan dari jaringan media nasional seperti ANTARA News maupun portal lokal seperti Disway Lampung, Rilis.id, dan Harian Pilar menunjukkan sentimen yang sangat positif dan optimistis.

Mahendra melihat media massa fokus memberitakan keharmonisan sinergi antara Kemenperin dan Pemprov setempat.

Pernyataan Wagub Jihan mengenai dukungan penuh Gubernur terhadap penyediaan lahan BDI dipandang sebagai bukti kuat kesiapan birokrasi menyambut masuknya investasi berskala besar.

“Media massa mengemas momentum kedatangan rombongan kementerian sebagai titik tolak bagi para pengusaha, khususnya di wilayah Lampung Timur, untuk naik kelas.

“Target utamanya bertransformasi dari produsen tradisional menjadi pusat pengolahan berdaya saing global,” paparnya.

Pemberitaan yang fokus pada potensi produk turunan berhasil memberi wawasan baru kepada pembaca maupun pelaku usaha, bahwa tanaman umbi-umbian memiliki nilai jual jauh melampaui sekadar kebutuhan pangan konvensional.

Kehadiran Faisol Riza diakui menjadi katalisator bagi masa depan agroindustri serta kesiapan SDM lokal.

Berbekal rencana pembentukan fasilitas diklat dipadukan program hilirisasi terarah, Mahendra meyakini provinsinya berada di jalur yang tepat dalam memaksimalkan potensi alam demi kesejahteraan masyarakat luas.