Butik Emas Antam Bandarlampung Resmi Beroperasi, Layani Beli hingga Buyback

Butik Emas Antam Bandarlampung Resmi Beroperasi, Layani Beli hingga Buyback
Resmi Beroperasi. Butik Emas Antam Kini Hadir di Bandarlampung. Foto: Istimewa/Kirka/I

Kirka – Warga Lampung kini memiliki akses langsung untuk berinvestasi logam mulia secara aman.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) baru saja mengoperasikan fasilitas Butik Emas di Bandarlampung guna memangkas jarak antara produsen dan konsumen di wilayah Sumatera bagian selatan.

Gerai fisik yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Nomor 15, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton tersebut melayani berbagai kebutuhan transaksi secara komprehensif.

Pengunjung bisa membeli emas batangan baru, melakukan pencairan aset atau buyback, serta berkonsultasi seputar instrumen investasi logam mulia.

Langkah ekspansi tersebut diambil manajemen usai mengamati tingginya antusiasme masyarakat pada pameran edukasi di Mal Kartini pertengahan tahun.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menyebut pembukaan cabang baru adalah respons atas dinamika perdagangan yang tumbuh pesat di ibu kota provinsi.

Sebagai satu-satunya produsen di Indonesia yang mengantongi akreditasi London Bullion Market Association (LBMA), perusahaan berkomitmen penuh menjaga kualitas produk.

Ekspansi ritel ke Pulau Sumatera merupakan strategi perusahaan agar publik terhindar dari risiko barang palsu.

“Melalui jaringan butik resmi, kami ingin memastikan pelanggan memperoleh produk dengan jaminan keaslian, layanan terpercaya, serta pengalaman transaksi aman dan nyaman,” jelas Handi lewat siaran pers tertulis pada Senin, 20 Juli 2026.

Operasional butik di Bandarlampung turut melengkapi strategi omnichannel yang sedang dibangun perusahaan.

Kini pelanggan dibebaskan memilih metode transaksi sesuai kebutuhan, baik menyambangi toko secara fisik maupun memanfaatkan platform digital resmi yang saling terintegrasi.

“Dengan perpaduan layanan daring dan luring, masyarakat mendapatkan kemudahan ganda tanpa harus khawatir terhadap keamanan aset investasinya,” pungkas Handi.