KIRKA.CO – Pemprov Lampung diharapkan bisa memberi perhatian terhadap warga korban eksekusi lahan di Desa Way Hui, Jatiagung Lampung Selatan, Senin (19/04).
“Warga yang tergusur mesti diberi perhatian. Jangan udah gusur, terus pemerintah tidak peduli, itu arogan namanya. Ini bukan jamannya lagi pemerintah arogan. Apalagi arogan terhadap warganya sendiri, jadi kurang elok,” kata Akdemisi Kebijakan Publik Unila Dedy Hermawan, Sabtu (24/04).
“Pemprov kan memiliki aset dimana – mana, tentu bisa dijadikan tempat tinggal sementara. Jadi jangan merasa terpisah, bahwa ini satu badan antara pemerintah dan masyarakat, jadi harus ada empati. Mereka (masyarakat) yang terluka harusnya pemerintah berduka juga,” sindir Dedy.
Persoalan ini, kata dia, mesti menjadi pelajaran kedepan agar pemerintah bisa menahan diri dan membangun empati serta kebijakan humanis.
Karena persoalan ini bisa menjadi bola salju dengan rasa kecewa yang akan terwariskan dari generasi ke generasi sehingga bisa membangun image negatif terhadap pemerintah khususnya Kepala Daerah.






