“Warga lain yang juga teraniaya akan berkomunikasi dan berinteraksi sehingga bisa membangun image negatif ke pemerintah, khususnya Kepala Daerah,” ungkap Dedy Hermawan.
Pemerintah, kata dia, mestinya bisa lebih bijaksana dalam menyelesaikan persoalan ini. “Bijaksanalah bahwa sekarang situasi Pandemi yang membuat ekonomi nge-drop. Ada empatilah dari Pemprov terhadap masyarakat, jangan ada gusur menggusur, apalagi ditengah bulan suci Ramadhan,” jelasnya.
“Harusnya bisa lebih menahan diri mengingat statusnya sedang dipersengketakan dipengadilan. Jangan menampilkan cara cara kekerasan dalam penggusuran, itu akan menambah melukai masyarakat,” ucap dia.
“Sebagai pemerintah, harusnya bisa mengayomi dan membangun empati dengan pendekatan, tahan dulu lah sebenarnya. Tetapi karena peristiwa ini sudah terjadi, maka pemerintah harus memikirkan warganya. Setelah digusur gimana nasib mereka, tinggalnya gimana, kondisi ekonominya gimana. itu kan mesti dipikirkan,” pungkas Dedy Hermawan.






