Pecah! 96 Peserta Perang Skill di HIPMI Padel Valentine’s Tournament 2026

Pecah! 96 Peserta Perang Skill di HIPMI Padel Valentine’s Tournament 2026
Pembukaan HIPMI Padel Valentine's Tournament 2026 di Net Raket Club. Foto: Arsip KONI

Kirka – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Taufik Hidayat, resmi membuka HIPMI Padel Valentine’s Day Tournament 2026 di Net Raket Club, Sabtu, 14 Februari 2026.

Sebanyak 96 peserta turun gelanggang dalam turnamen yang digelar selama dua hari ini.

Taufik Hidayat dalam sambutannya menegaskan posisi padel yang kini telah menjadi cabang olahraga (cabor) resmi di bawah naungan KONI.

Ia meminta perkembangan pesat padel di Lampung tidak berhenti sebatas tren gaya hidup, melainkan harus dikonversi menjadi prestasi atlet.

“Kami mendorong pembinaan atlet agar olahraga ini tidak hanya sekadar tren, tetapi juga mampu melahirkan prestasi.

Event seperti ini menjadi stimulan bagi atlet untuk mengimplementasikan hasil latihan mereka,” tegas Taufik.

Indikator kemajuan padel, lanjut Taufik, terlihat dari menjamurnya fasilitas lapangan di Bandarlampung dan Metro.

Ia mendesak pengurus cabor dan pemilik lapangan untuk bersinergi membuat agenda turnamen rutin.

Hal ini dinilai krusial untuk memberikan ruang kompetisi dan jam terbang bagi atlet menuju level nasional.

Sementara, Ketua Pelaksana, Arienaldo Rahman, melaporkan tingginya animo peserta dalam turnamen edisi Valentine.

Total 96 peserta yang terdaftar dibagi ke dalam enam kategori pertandingan berbeda.

Menurut Arienaldo, lonjakan peminat dalam satu hingga dua tahun terakhir menjadi bukti validasi potensi besar padel di Lampung.

Selain mengejar juara, ajang ini diposisikan sebagai sarana memperkuat soliditas komunitas padel daerah.

“Turnamen bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar pemain.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas agar ke depan hubungan antar komunitas semakin solid,” ujar Arienaldo.

Sekadar informasi, kompetisi ini nantinya bakal menjadi blueprint bagi penyelenggaraan event padel selanjutnya di Lampung, sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial.