Kesaksian Karomani ini kemudian disambut oleh hakim. Hakim sempat menanyai tentang uang-uang itu kepada Karomani padahal ketika itu tidak ada satupun para pihak yang bertanya soal tentang uang Rp500 juta dari Hasbi Hasan.
Setelah hakim, Jaksa KPK kemudian tercerahkan dengan penjelasan Karomani. Penjelasan Karomani ternyata memiliki korelasi dengan Barang Bukti Elektronik yang diekstrak KPK dari alat komunikasi Profesor Karomani.
Dalam Barang Bukti Elektronik itu, Karomani menulis ”Tambah sekma 2022.. 05 ttl 3 plus dipinjam 07.”
Jaksa KPK, Muchamad Afrisal kemudian melakukan pemeriksaan tambahan kepada Karomani dengan bertanya apakah maksud dari tulisan itu dapat dimaknai bahwa Sekretaris MA Hasbi Hasan memberinya uang Rp500 juta di tahun 2022 sehingga total uangnya adalah Rp 3 miliar.
Terhadap pemaknaan itu, Karomani ‘ngeles’. Menurut dia, uang itu sekitar Rp450 juta sampai Rp500 juta. Ia menyangkal lagi bahwa total uang yang dibawa Ahmad Fauzi adalah Rp3 miliar.
Karomani dalam kesaksiannya mengaku tidak mengenal utusan dari Hasbi Hasan yang menemuinya memberikan uang Rp500 juta.
Baca juga: Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan Kembali Diperiksa KPK
Profil Hasbi Hasan
Hasbi Hasan dikukuhkan menjadi guru besar baru di bidang Hukum Perbankan Syariah pada Unila. Pengukuhan tersebut berlangsung pada 2 Maret 2022 lalu.
Prosesi pengukuhan terhadap dosen terbang FH Unila ini dilakukan oleh Profesor Karomani dan Muhammad Basri –mantan Rektor Unila dan mantan Ketua Senat Unila yang terjerat dalam kasus suap dan gratifikasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) hasil OTT KPK sejak Agustus 2022 lalu.
Selain sebagai Sekretaris MA sejak 8 Desember 2020 dan Guru Besar Unila, Hasbi Hasan juga merupakan lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur.
Hasbi Hasan sendiri diketahui lahir di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung pada 22 Mei 1967 silam.
Menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Menggala dan lulus pada 1979, Hasbi Hasan masuk menjadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur dan tamat pada 1985. Adapun nama lulusannya saat itu disebut, ‘Alumni 2 Zaman’.
Hasbi Hasan diketahui masih memiliki hubungan saudara dengan Hantoni Hasan yang belakangan digadang-gadang menjadi calon Gubernur Lampung periode 2025-2030.
Pencalonan Hantoni Hasan sebagai Gubernur Lampung tersebut menjadi buah bibir di Provinsi Lampung menyusul munculnya banner Calon Gubernur Lampung periode 2025-2030 dari politisi PKS tersebut.
Baca juga: Isi Surat Tuntutan Eks Rektor Unila: Rp500 Juta Sekretaris MA Masuk Kategori Gratifikasi
Selain memiliki saudara bernama Hantoni Hasan, Sekretaris MA tersebut juga memiliki saudara lainnya yakni Haryanto yang menjabat sebagai Kadis PU-PR Kabupaten Tulangbawang.
Sebelum dilantik sebagai Kadis PU-PR Kabupaten Tulangbawang, Haryanto menduduki jabatan sebagai Sekretaris DPRD Tulangbawang.






