Kirka – Capaian panen padi di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, mencetak angka fantastis hingga 11,4 ton per hektare.
Lonjakan produksi menjadi perhatian serius Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama.
Mahendra membeberkan, lompatan dari rata-rata panen sebelumnya yang hanya berkisar 5 hingga 5,2 ton per hektare bukanlah sebuah kebetulan.
Ada intervensi teknologi berupa Pupuk Hayati Cair (PHC) dan sistem Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di balik suksesnya para petani setempat.
“Petani lebih cepat mengadopsi teknologi baru lewat program percontohan.
“Begitu melihat hasil nyatanya, penyebaran inovasi terjadi secara masif merujuk pada Teori Difusi Inovasi,” ungkap Mahendra saat membedah fenomena panen raya Seputih Raman, Minggu, 23 Agustus 2026.
Penjelasan sang pemerhati pembangunan selaras dengan kondisi riil di persawahan.
Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Rezeki 3, Surono, merasakan langsung khasiat pupuk hayati pada padinya.
“Waktu sebelum dikasih PHC, daunnya agak kuning-kuning. Setelah satu minggu sampai 10 hari, sudah bisa hijau benar. Batangnya kuat,” ucap Surono menceritakan pengalamannya.
Hal senada diutarakan Suyono, anggota Gapoktan lain. Timbangan panennya merangkak naik dari 5,5 ton menjadi 6,5 ton per hektare pasca penerapan skema budidaya modern.
Rentetan tren positif di tingkat bawah berbanding lurus dengan arah kebijakan pemerintah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meyakini sistem PM-AAS sanggup melipatgandakan penghasilan masyarakat desa.
Kesejahteraan kelompok tani, menurutnya, akan ikut terdongkrak seiring berjalannya waktu.
Menatap tahun 2026, luasan lahan garapan terpadu dipatok mencapai 35 ribu hektare.
Pemerintah provinsi berupaya mengejar target produksi 4 juta ton gabah guna menopang program swasembada pangan nasional.
Sektor infrastruktur penunjang semisal jaringan irigasi terus dibenahi agar petani sanggup menyemai bibit tiga kali setahun.
“Semuanya didedikasikan untuk memakmurkan petani. Kalau petani makmur, Lampung juga makmur,” pungkas Gubernur yang akrab disapa Mirza.






