Menu
Precision, Actual & Factual

Bibir Chusnunia Chalim Akan Jadi Fokus Utama Yunus di PN Tipikor Tanjungkarang

  • Bagikan
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang dipanggil PN Tipikor Tanjungkarang untuk bersaksi dalam Perkara Korupsi Terdakwa Mustafa. Foto Instagram @mbak_nunik

KIRKA.COWagub Lampung Chusnunia Chalim kembali diperiksa sebagai saksi dalam perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa.

Teknis pemeriksaan kedua ini agaknya akan berbeda dari biasanya. Ia akan diperiksa sebagai saksi dengan menggunakan metode konfrontir di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis mendatang, 27 Mei 2021.

Chusnunia Chalim atau tenar dikenal dengan sebutan Nunik ini, akan dikonfrontir kepada 4 orang saksi lainnya. Salah satunya adalah Vice President PT SGC Purwati Lee.

Berdasarkan isi permohonan pengacara Mustafa, fokus utama dari proses konfrontir terhadap Nunik ini, adalah soal uang yang disebut saksi lainnya telah ia nikmati.

Uang itu diketahui berasal dari Mustafa dan diketahui lagi, sumbernya datang dari hasil tindak pidana korupsi.

Singkatnya, Nunik disebut menerima uang sebesar Rp 1.150.000.000. Saat pertama kali diperiksa di hadapan hakim, Nunik mengaku cuma menerima Rp 150 juta.

Dia menyatakan bantahan terhadap penerimaan uang Rp 1 miliar.

Di awal menjadi saksi, dia mengaku bukan sebagai subjek penikmat uang Rp 150 juta itu. Peruntukkannya adalah biaya tukang atas pembangunan Kantor DPC PKB Lampung Tengah.

Tapi fakta yang dikantongi KPK berdasarkan keterangan saksi bernama Slamet Anwar menyebut bahwa Nunik diduga telah melakukan penghasutan.

Nunik disebut KPK telah ‘merayu’ Slamet Anwar untuk mengaku sebagai subjek pengguna uang Rp 150 juta. Fakta KPK itu dibantah Nunik habis-habisan.

Berjalan waktu, Slamet Anwar diperiksa di pengadilan. Slamet mengatakan bahwa benar Nunik telah merayunya sebanyak 3 kali.

Sebelum fakta KPK dibantah, kesaksian Nunik diragukan Muhammad Yunus selaku pengacara Mustafa.

Yunus berkali-kali mempertanyakan keterangan Nunik karena ia menduga Nunik tidak ikut menyatakan sumpah sebelum pemeriksaan saksi dimulai.

Keraguan Yunus berangkat dari tidak terlihatnya gerak bibir Nunik saat disumpah di bawah naungan Al-Qur’an. Karena saat disumpah, Nunik masih mengenakan masker.

Belajar dari peristiwa itu, Yunus membuat siasat dan permohonan khusus ketika agenda sidang konfrontir berlangsung.

Kepada KIRKA.CO, Selasa malam, 25 Mei 2021, Yunus akan memohon kepada majelis hakim agar para saksi terlebih dulu melepas masker yang melekat di wajah masing-masing.

“Itu salah satu yang akan saya minta. Jadi, sebelum disumpah, masker masing-masing saksi harus dilepas sementara. Supaya kami dan semuanya bisa melihat dengan jelas apakah Wagub yang kita hormati itu benar-benar mengucap sumpah. Supaya saya nggak penasaran juga,” ucap Yunus.

  • Bagikan