Menu
Precision, Actual & Factual

Dugaan Drama Queen di Balik Pingsannya Chusnunia Chalim

  • Bagikan
Ilustrasi Mahkota Queen. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim diketahui baru-baru ini sedang tersungkur dan pingsan dalam satu acara di Novotel, Senin, 24 Mei 2021.

Sontak hal ini menjadi perhatian bagi publik. Karena di saat itu, Nunik sapaan akrabnya langsung digotong menggunakan kursi roda.

Beberapa pihak mendoakan agar Nunik segera sehat dan dapat menghadiri pemeriksaan dalam persidangan perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa.

Pandangan berbeda muncul dari Akademisi Unila Yusdianto terkait peristiwa yang dialami Chusnunia Chalim.

Yusdianto menduga, bahwa apa yang dilakoni Chusnunia Chalim itu tak ubahnya seperti Drama Queen.

Dari pengamatan Yusdianto, peristiwa yang dialami Chusnunia ini tak lepas dari proses persidangan kasus korupsi yang sedang melilitnya.

Dari yang tersaji dalam ruang persidangan, ungkap Yusdianto, Chusnunia telah diduga kuat sebagai aktor di balik munculnya setoran mahar politik dari Mustafa senilai Rp 18 miliar.

Banyak saksi menerangkan dalam persidangan, bahwa inisiasi untuk meraup mahar politik berangkat dari ide Chusnunia Chalim selaku Wasekjen DPP PKB sekaligus ketika ia menjadi Bupati Lampung Timur untuk periode 2016-2021.

Namun, ujar Yusdianto, Chusnunia seolah-olah menumpukan segala hal itu berangkat berdasarkan kesepakatan bersama dari pengurus atau kader DPW PKB Lampung.

Chusnunia juga tercatat timpal Yusdianto telah diduga menghasut saksi bernama Slamet Anwar untuk mengaku sebagai penerima uang Rp 150 juta dari bagian mahar politik Mustafa.

Slamet Anwar telah bersumpah dan bersaksi, Chusnunia sampai merayunya tiga kali. Namun selalu ditolak Slamet Anwar, ujar Yusdianto.

Berangkat dari premis itu, Yusdianto menduga kuat bahwa peristiwa pingsan itu berkaitan erat dengan perkara korupsi yang sedang mengerumuninya.

Seorang saksi di lokasi peristiwa tempat pingsannya Chusnunia mengatakan, sebelum mengikuti kegiatan di hotel, Chusnunia terpantau menebar senyum dan tampak bugar saat menyusuri lobi hotel.

Kejadian pingsannya Chusnunia menjadi kekagetan tersendiri bagi saksi yang memberikan informasi ini kepada KIRKA.CO, Senin malam.

Saksi mata yang tak ingin namanya terpublikasi ini mengaku tak habis pikir mengapa kemudian peristiwa tersebut bisa terjadi.

Merujuk pada Drama Queen, menurut Ratih A. Ibrahim dari Personal Growth, ‘drama queen’ adalah julukan bagi seorang wanita yang gemar  mendramatisasi kehidupannya, agar terdengar lebih seru layaknya kisah sebuah sinetron.

Bumbu drama terkadang memang membuat cerita menjadi lebih asyik dan menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Sebagai pendengar, tentunya kita juga lebih ‘pasang kuping’ bila mendengar cerita yang seru ketimbang yang datar-datar saja, bukan? Tapi, layaknya sinetron Cinta Fitri, bila dilanjutkan sampai musim ketujuh, yang ada justru bikin penonton muak.

Mendapat perhatian adalah salah satu kebutuhan utama manusia –terutama wanita– sebagai makhluk sosial. Wanita selalu membutuhkan orang-orang sekitar untuk berbagi perasaan, pengalaman, dan pemikiran.

Akan tetapi, ada sebagian wanita yang lebih sering menampilkan perilaku dan emosi yang berlebihan saat mencari perhatian.

Misalnya, ada orang yang ‘senang’ memposisikan dirinya sebagai tokoh yang tidak henti-hentinya dirundung malang. Atau, gemar menceritakan segala sesuatu dalam kehidupannya dengan emosi yang berlebihan untuk menarik perhatian dan simpati dari orang lain.

Sering-sering menghadapi makhluk seperti ini, orang-orang di sekitarnya diam-diam akan mengeluh, “Cape deeeh…”

Menurut American Psychiatric Association –yang menjadi rujukan para ahli kesehatan jiwa— gejala tersebut merupakan jenis gangguan kepribadian yang disebut histrionic personal disorder (HPD).

Karakteristik gangguannya meliputi emosi yang meledak-ledak, sering mencari perhatian dengan berbagai cara yang dramatis, dan memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk diperhatikan.

Akibatnya, tidak jarang mereka melakukan cara-cara seduktif yang kurang pantas demi mendapatkan perhatian tersebut.

Karakteristik lainnya, mereka kerap menampilkan perilaku yang provokatif (termasuk secara seksual), yang tak jarang membuat orang lain jadi jengah, serta sering menampilkan emosi yang meledak-ledak, tapi di lain pihak juga mudah dipengaruhi orang lain.

Mereka cenderung egosentris dengan  kepentingan sendiri sebagai prioritas, gila perhatian, sekaligus mudah terluka. Lebih gawat lagi, tak jarang mereka juga punya perilaku manipulatif yang sifatnya menetap. Semua itu ujung-ujungnya hanya demi mendapat perhatian.

 

Sumber : https://www.idntimes.com/life/inspiration/pinka-wima/ciri-ciri-drama-queen-1?utm_source=whatsapp

  • Bagikan