Menu
Precision, Actual & Factual

Cara Kanjeng Ratu Nunik ‘Merayu’ Slamet Anwar agar Akui Mahar Politik PKB Rp 150 Juta

  • Bagikan
Pakai Peci, Slamet Anwar terlibat tanya jawab dengan JPU KPK Taufiq Ibnugroho soal rayuan yang ia terima dari Kanjeng Ratu Chusnunia Chalim ihwal penggunaan uang Rp 150 juta. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Pada Kamis, 4 Maret 2021 lalu, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik diminta menjelaskan soal uang Rp 150 juta yang ia terima dari eks Pengurus DPW PKB Lampung Midi Iswanto pada tahun 2017.

Ketika peristiwa serah terima uang tersebut berlangsung, Chusnunia Chalim masih menjabat sebagai Bupati Lampung Timur; Wasekjen DPP PKB; dan Koordinator Wilayah PKB Lampung.

Di hadapan majelis hakim yang menyidangkan perkara suap dan gratifikasi eks Bupati Lampung Tengah Mustafa, Nunik mengakui penerimaan itu.

Namun di satu sisi, Nunik mengaku tidak pernah ‘merayu’ seseorang yang bernama Slamet Anwar untuk mengaku sebagai penikmat duit tersebut.

Slamet Anwar sendiri adalah Ketua DPC PKB Lampung Tengah. Nunik dalam kesaksiannya menolak keterangan JPU KPK Tauifq Ibnugroho yang menyebutkan bahwa Slamet Anwar telah dimintanya sebanyak 3 kali untuk mengaku dan membuat kesaksian palsu.

Chusnunia Chalim dalam proses persidangan ini juga disebut memiliki nama alias. Yaitu, Kanjeng Ratu. Hal itu diungkapkan oleh saksi bernama Saefudin pada Kamis, 22 April 2021.

Untuk diketahui, uang Rp 150 juta kepada Chusnunia Chalim adalah bagian dari mahar politik terdakwa Mustafa yang disepakati oleh Mustafa dan Nunik pasca berdiskusi di Kafe Wiseman Coffee House.

Dan Midi Iswanto adalah orang suruhan Nunik untuk mengeksekusi uang mahar politik senilai Rp 18 miliar dari terdakwa Mustafa tersebut.

Menurut Midi, Nunik telah kecipratan uang dari mahar politik senilai Rp 1.150.000.000. Nunik membantah keterangan Midi tersebut.

Rupa-rupanya, uang mahar politik tersebut merupakan uang hasil ijon proyek yang dikumpulkan Mustafa lewat eks Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

Pada Kamis, 22 April ini, Slamet Anwar juga diperiksa sebagai saksi bersama dengan Saefudin yang mengaku telah mengantar uang Rp 1 miliar untuk Kanjeng Ratu Nunik.

Ia di dalam BAP yang telah dibacakan di persidangan, mengaku bahwa benar Kanjeng Ratu Nunik telah memintanya untuk berkata yang tidak benar.

Berikut Isi BAP Slamet Anwar yang di dalam keterangannya mengatakan Kanjeng Ratu Nunik turut membawa ibu kandungnya bertandang ke rumah Slamet Anwar.

BAP ini diketahui dibeberkan oleh JPU KPK Taufiq Ibnugroho dan diamini oleh Slamet Anwar.

“Saat berada di rumah kediaman saya yang berada di Bumi Mas, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, sekitar pukul 20.30 WIB, pada hari Senin, 18 November 2019, saat saya berada di rumah saya.

Saudari Chusnunia Chalim datang ke rumah saya bersama dengan ibu kandungnya (saya tidak tahu namanya).

Saudari Chusnunia Chalim menyampaikan “Pak Kyai, saya minta tolong doanya, supaya saya terlepas dari fitnah-fitnah. Orang saya tidak nerima Rp 1.150.000.000. Nanti bantu saya kalau Pak Kyai dipanggil KPK agar Kyai mengakui menerima uang Rp 150 juta”.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan