Menu
Precision, Actual & Factual

Gagak Demonstrasi Nunik Di KPK, Ini Respons Alzier

  • Bagikan
Kirka.co
Tokoh Masyarakat Lampung M. Alzier Dianis Thabranie. Foto Dok Pribadi

KIRKA – Sekelompok mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Ganyang Koruptor menggelar demonstrasi di depan gedung KPK RI mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Lampung.

Sebab, aksi GAGAK ini meminta lembaga Anti Rasuah untuk menjadikan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim sebagai tersangka pada dugaan keterlibatannya dalam mahar politik eks Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

Baca Juga : GASAK Desak KPK Agar Nunik Jadi Tersangka Praktik Mahar Politik

“Saya mengapresiasi dan mendukung langkah ini. Karena sikap ini bentuk keterwakilan suara dari masyarakat Lampung,” kata M. Alzier Dianis Thabranie, Tokoh Masyarakat Lampung, Rabu (08/09/2021).

Sikap tersebut, kata Alzier, merupakan salah satu bentuk ketidakpuasan dari masyarakat terhadap kinerja KPK dalam menangani persoalan tersebut.

Baca Juga : Pematank: Jangan Sudutkan Nunik Soal Uang Mahar Politik

Sebab, dalam fakta persidangan beberapa waktu lalu, adanya aliran dana sebagai uang mahar politik PKB sebesar Rp18 miliar dari terpidana Mustafa.

Uang itu untuk memuluskan Mustafa mendapat rekomendasi perahu parpol PKB di pencalonannya di Pilgub 2018 lalu.

Namun, ditengah perjalanan, Mustafa gagal mendapat perahu PKB. Oleh karena itu, sebanyak Rp14 miliar dikembalikan lagi ke Mustafa.

Sementara sisanya Rp4 miliar sempat digunakan untuk kepentingan lain, diantaranya untuk kepentingan DPW PKB Lampung.

Baca Juga : Merunut Pemberian Dukungan PKB ke Arinal Djunaidi: Sowan ke Rumah Dinas Nunik Dulu, Rp 40 M dari PT SGC Kemudian

“Sisa Rp4 miliar ini kemana. Apakah KPK sudah menelusuri pengembalian kekurangan dari mahar politik itu,” sindir Alzier.

Selain itu, Nunik sapaan akrab Chusnunia Chalim mengakui telah menerima uang Rp150 juta.

Meski uang tersebut pinjam dari Khaidir Bujung dan Midi untuk keperluan rehab pembangunan kantor DPC PKB Lampung Tengah, Alzier menilai, secara tidak langsung Nunik diduga ikut menikmati uang tersebut.

“Asumsi saya secara hukum, ketika seseorang ikut menikmati apakah itu korupsi ataupun gratifikasi berarti dia ikut terlibat didalamnya,” jelas Alzier.

“Karena apa, uang itu berasal dari negara. Jadi ketika seseorang mengambil atau menikmati sepeserpun uang negara, maka dianggap telah korupsi yang mengakibatkan merugikan negara,” ucap Alzier.

Baca Juga : Alzier : Sesuai Fakta Persidangan Hakim Harus Berani & Tegas Meningkatkan Status Nunik Jadi Tersangka

Oleh karena itu, saat ini negara membutuhkan para pemuda-pemudi yang bersedia mengawasi penggunaan uang negara.

Karena, diperuntukan untuk pembangunan yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya benar-benar mendukung para pemuda – pemudi ini karena telah berani menyuarakan apa yang dianggapnya ketidaksesuaian dimata hukum,” ucap dia.

Baca Juga : PT SGC & Mahar Politik Pilgub Lampung 2018

“Karena selama ini hukum terkesan tajam kebawah, tapi tumpul diatas,” sindir ADT sapaan akrab M.Alzier Dianis Thabranie

  • Bagikan