Menu
Precision, Actual & Factual

Merunut Pemberian Dukungan PKB ke Arinal Djunaidi: Sowan ke Rumah Dinas Nunik Dulu, Rp 40 M dari PT SGC Kemudian

  • Bagikan
Chusnunia Chalim menjadi Saksi Dugaan TPK dengan Terdakwa Mustafa mantan Bupati Lampung Tengah. Sumber Eka Putra

KIRKA.COBandar Lampung – Pada gelaran sidang TPK dengan Terdakwa Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Chusnunia Chalim (Nunik,red) Mantan Bupati Lampung Timur diperiksa sebagai Saksi diruang sidang Bagir Manan/Garuda PN Tanjungkarang, Kamis (04/03).

Dia bersaksi dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Lampung Timur. Sejatinya Nunik adalah seorang Wakil Gubernur Lampung saat ini.

Sepanjang Nunik diperiksa di KPK, penyidik disebut menggali informasi dan pengetahuannya terkait penggunaan uang Mustafa hasil ijon proyek untuk biaya  mahar perahu partai politik dalam rangka Pilgub Lampung 2018 silam.

Penyidik KPK menduga waktu itu, bahwa uang hasil ijon proyek yang dikumpulkan Mustafa mantan Bupati Lampung Tengah turut dipergunakan untuk membeli dukungan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, senilai Rp 18 M.

Di tengah pemeriksaan Nunik, ia menjelaskan bahwa benar di awal-awal menjelang pelaksanaan kontestasi Pilgub Lampung 2018, dirinya melakoni pertemuan dengan Midi Iswanto, Khaidir Bujung, Hidir Ibrahim, Okta Rijaya yang keseluruhannya adalah pengurus DPW PKB Lampung. Pertemuan itu menurut dia berlangsung di Kantor DPW PKB Lampung.

Kesaksian Nunik ini berkesesuaian dengan kesaksian Midi Iswanto dan Khaidir Bujung yang juga diperiksa bersama-sama dengan dia di pengadilan.

Dari penjelasan Nunik, PKB Lampung memang sedang berupaya mendekati para calon Gubernur. Di antaranya Arinal Djunaidi, M Ridho Ficardo, Mustafa, dan Herman HN.

Dia mengatakan pernah dikunjungi Arinal Djunaidi yang dia sebut dengan panggilan Bang Arinal. Arinal menurut dia datang ke rumah dinas Bupati di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.

Tujuannya tak lain adalah untuk meminta kepada Nunik agar memberikan restu dan supaya PKB mendukung pencalonan Arinal.

Nunik bercerita bahwa Pak Arinal Djunaidi bertamu ke rumah dinasnya saat bulan ramadhan. Beliau menyampaikan mohon doa dan dukungan PKB. Kemudian Pak Mustafa datang, itu saja,” tutur Nunik

Selama persidangan perkara Mustafa berjalan, diketahui Mustafa sudah memberikan uang senilai Rp 18 M kepada utusan Nunik yanki Midi Iswanto dan Khaidir Bujung. Yang awalnya hasil kesepakatan Nunik dan Mustafa di Wiseman Coffee House, kawasan Pahoman, biaya yang harus digelontorkan Mustafa adalah Rp30 miliar.

Uang itu dimaksudkan agar Mustafa nantinya dapat paket dukungan, tidak hanya didukung PKB, juga didukung Nahdlatul Ulama. Diketahui keterangan soal paket dukungan ini diutarakan oleh Saksi Midi Iswanto dan Khaidir Bujung.

Usai memberikan uang itu, nyatanya PKB tidak menjatuhkan dukungannya ke Mustafa, melainkan kepada Arinal Djunaidi. Tak hanya mendukung, PKB atas instruksi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menurut kesaksian Nunik, memaksa Nunik agar menjadi calon Wakil Gubernur untuk Arinal Djunaidi.

Selaras dengan itu, Musa Zainudin mantan Ketua DPW PKB Lampung yang turut diperiksa bersama Nunik sebagai Saksi mengungkapkan alasan serupa mengapa Mustafa batal didukung PKB.

Menurut Musa Zainudin, seseorang bernama Khairudin yang kala itu bertemu dengan Musa di Lapas Sukamiskin tempat Musa menjalani vonis atas perkara korupsi KemenPUPR, menginformasikan hal terkait dukungan PKB.

Musa mendengar bahwa Khairudin yang adalah kader Partai Demokrat asal Kota Metro, Lampung mengucapkan bahwa Nyonya Lee dari PT Sugar Grup Company telah memberikan uang Rp40 miliar ke Muhaimin Iskandar sebagai biaya supaya PKB mendukung Arinal Djunaidi.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan