Kirka – Sebanyak 59 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Provinsi Lampung bertarung sengit memperebutkan tiket menuju putaran nasional pada ajang Grassroots Festival Sepak Bola Piala Presiden 2026.
Kompetisi kelompok umur 10 tahun (U10) dan 12 tahun (U12) besutan Asprov PSSI Lampung tersebut resmi bergulir di Lapangan Mini Soccer Urip Sumoharjo, Bandarlampung, mulai Sabtu, 13 Juni 2026.
Langkah strategis menggulirkan turnamen usia dini langsung mendapat apresiasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.
Kejuaraan kelompok umur dinilai sebagai pondasi krusial untuk mencetak pesepakbola handal masa depan.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa ketersediaan ruang kompetisi bagi anak-anak sangat esensial dalam ekosistem olahraga.
“Dari sini akan muncul bibit-bibit potensial yang nantinya bisa dibina lebih lanjut.
“Pembinaan harus berjalan berkelanjutan, tidak cukup hanya mengandalkan level senior,” paparnya.
Berdasarkan jadwal panitia penyelenggara, festival terbagi menjadi dua fase.
Kategori U10 yang diikuti 27 tim mendapat giliran tanding perdana pada 13–14 Juni 2026.
Setelahnya, 32 skuad dari kelompok U12 siap adu taktik merumput pada 15–16 Juni 2026.
Merespons tingginya animo peserta, Sekretaris PSSI Lampung, Mursalin Lamo, memastikan otoritas sepak bola daerah siap memperluas jangkauan pembinaan.
Ledakan pendaftar menjadi suntikan motivasi bagi asosiasi untuk menyentuh ranah akar rumput secara lebih masif hingga ke tingkat sekolah dasar.
“Kami akan terus mengembangkan turnamen berjenjang mulai U10, U12, hingga kelompok umur lainnya sebagai wadah pembinaan pemain muda,” ungkap Mursalin.
Nantinya, puncak dari persaingan ketat antar-SSB akan menyaring dua wakil terbaik.
Kampiun dari masing-masing kategori dipastikan melaju untuk mewakili Provinsi Lampung berlaga di putaran nasional Grassroots Piala Presiden 2026.






