Kirka – Kejuaraan ketahanan berkuda dan horsebow ground memperebutkan Piala Ketua KONI Lampung dipastikan berlangsung sengit.
Sebanyak 306 atlet dari berbagai wilayah di Sumatera dan Jawa bersiap adu ketangkasan di gelanggang Kota Baru, mulai Jumat, 26 Juni besok.
Tingginya animo kontestan menandakan olahraga ketangkasan tersebut makin mendapat tempat di hati masyarakat.
Berdasarkan catatan panitia pelaksana, ratusan pendaftar yang siap bertanding tidak hanya didominasi oleh tuan rumah, melainkan datang jauh dari Sumatra Selatan, Banten, hingga Jawa Barat.
Ketua Panitia Pelaksana, Romy Herwansyah, mengonfirmasi seluruh persiapan arena telah rampung menjelang hari perlombaan.
Ia menyebut antusiasme peserta sangat luar biasa sejak pendaftaran dibuka.
“Sampai tenggat akhir, tercatat 306 peserta resmi terdaftar. Kami memohon doa restu agar seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan lancar,” ungkap Romy, Kamis, 25 Juni 2026.
Daya tarik kompetisi bergengsi tersebut sebetulnya sempat menembus radar internasional.
Sayangnya, rencana unjuk gigi dari penunggang kuda asal Negeri Jiran terpaksa kandas di menit-menit akhir menjelang turnamen bergulir.
“Ada dua rider asal Malaysia yang sebenarnya sudah membayar pendaftaran, tetapi mengundurkan diri karena terbentur permasalahan izin kerja,” jelasnya.
Kendati kehilangan kontestan mancanegara, persaingan di lintasan diproyeksikan tetap memanas.
Pihak penyelenggara membuka berbagai nomor pertandingan yang mengakomodasi kelas pemula hingga atlet sarat pengalaman.
Turnamen tersebut dirancang tidak sekadar sebagai panggung adu prestasi, tetapi juga sarana pembinaan atlet dan pemersatu silaturahmi antar komunitas penggiat horsebow.
Merespons gelombang partisipasi peserta lintas provinsi yang menembus angka tiga ratusan, Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, melontarkan apresiasinya.
Kinerja panitia dinilai sejalan dengan visi organisasi dalam memajukan pamor olahraga daerah.
“Kami mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga kejuaraan berjalan sukses, melahirkan atlet-atlet potensial, serta semakin mengangkat nama Lampung sebagai daerah yang aktif mendukung perkembangan olahraga,” tutur Taufik.
Lebih lanjut, pucuk pimpinan KONI Lampung tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meramaikan tribun penonton.
Warga dapat menyaksikan langsung keseruan para kesatria memacu kuda sambil melepaskan anak panah pada 26-27 Juni di kawasan Kota Baru.
Dengan skala pendaftar yang membeludak, perebutan takhta Piala Ketua KONI Lampung diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan berkuda memanah termegah dan terbesar yang digelar di wilayah Bumi Ruwa Jurai sepanjang tahun 2026.






