Menu
Precision, Actual & Factual

BAP Juprius Dibacakan Dipersidangan Perkara Tipu Gelap

  • Bagikan
Kirka.co
Persidangan lanjutan perkara penipuan dan penggelapan modus jual beli proyek pada Bina Marga Bina Kontruksi Provinsi Lampung, kembali digelar pada Senin 2 Agustus 2021 di PN Tanjungkarang dengan agenda keterangan saksi, dimana dalam persidangan kali ini Jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan milik saksi Juprius, mantan Cabup Way Kanan. Foto Eka Putra

KIRKA – Persidangan lanjutan perkara penipuan dan penggelapan modus jual beli proyek pada Bina Marga Bina Konstruksi Provinsi Lampung, kembali digelar pada Senin 2 Agustus 2021 di PN Tanjungkarang dengan agenda keterangan saksi, dimana dalam persidangan kali ini Jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan milik saksi Juprius, mantan Cabup Way Kanan.

Juprius sebelumnya disebut pada dakwaan Jaksa sebagai nama yang dibawa-bawa oleh dua terdakwa pada perkara ini, selaku pemilik proyek yang pada akhirnya menjadi objek jual beli terdakwa Hasrul dan Nurbuana kepada korban bernama Dafriansyah.

Pada gelaran persidangan kali ini, Juprius yang juga telah diperiksa sebagai saksi di tahap penyidikan untuk perkara ini, tidak dapat dihadirkan oleh Jaksa sehingga di hadapan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Nilam Agustini pun hanya dapat membacakan Berita Acara Pemeriksaan mantan Calon Bupati Kabupaten Way Kanan tersebut.

Pada BAP milik Juprius, Jaksa membacakan keterangannya terkait perkenalan dirinya dengan kedua terdakwa “Dapat saya jelaskan saya pernah bertemu dengan saudara Hasrul sekitar tiga kali, di kantor AEKI Jl. Patimura Telukbetung Utara, Bandar Lampung, dan di rumah saya, sebanyak satu kali di kantor AEKI saudara Hasrul membawa Nurbuana,” kata Jaksa Nilam, saat bacakan BAP Juprius.

Dalam BAP itu pula Juprius menerangkan maksud dan tujuan terdakwa Hasrul menemuinya di kantor Asosiasi Ekportir Kopi Indonesia, dimana saat itu dirinya tengah menjabat sebagai Ketua, sekaligus Calon Wakil Bupati Kabupaten Way Kanan.

“Dapat saya jelaskan saudara Hasrul menemui saya di kantor AEKI, jalan Patimura TBU, Bandar Lampung, sebanyak dua kali tersebut karena Hasrul ingin membantu saya, dikarenakan saya mencalonkan diri saya sebagai Bupati Way Kanan Lampung,” lanjutnya.

Sementara itu, pada perkara tipu gelap ini sendiri kedua terdakwa merupakan oknum PNS yang berdinas di Bina Marga Bina Kontruksi Provinsi Lampung, dimana Nurbuana merupakan seorang dengan jabatan Sekretaris Dinas BMBK Provinsi Lampung dan terdakwa Hasrul merupakan seorang bawahannya.

Dalam dakwaan milik Hasrul, ia didakwa bersama Nurbuana meminta komitment fee proyek 12 persen dari nilai paket proyek yang dijanjikan kepada korban Defriansyah dan dijanjikan akan dimenangkan dalam lelang lima paket pekerjaan proyek, yang disebut pula bahwa pekerjaan tersebut adalah milik Juprius.

Lima paket proyek tersebut yakni Proyek pembangunan ruas jalan yang terletak di Padang Cermin,Teluk Kiluan, Kabupaten Pesawaran, pembangunan ruas jalan Pringsewu-Kalirejo, Kabupaten Pringsewu, pembangunan ruas jalan di Daya Murni Gunung Batin, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Proyek pemeliharaan ruas jalan yang terletak di Jabung Simpang Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, serta keduanya menjanjikan proyek pemeliharaan ruas jalan yang terletak di Metro Tanjung Kari, Kabupaten Lampung Timur.

Dari permintaan komitment fee yang akan dibayarkan, akhirnya didapati kesepakatan uang muka dari korban Dafriyansyah sebesar Rp684 juta, yang kemudian ia serahkan langsung kepada terdakwa Hasrul secara bertahap sejak Januari hingga Februari 2020.

Lantaran jenuh menantikan janji yang tak terealisasi tersebut, akhirnya Dafriyansyah mencoba mengkroscek nama-nama perusahaan pemenang lelang proyek, yang didapati tidak ada satupun proyek yang dijanjikan mencantumkan nama perusahannya sebagai pemenang.

  • Bagikan