Urat Nadi Kalirejo Pringsewu: Jalan Kembar Penggerak Ekonomi Dua Daerah

Urat Nadi Kalirejo Pringsewu: Jalan Kembar Penggerak Ekonomi Dua Daerah
Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama menyoroti dampak positif perbaikan jalan Kalirejo-Pringsewu bagi laju ekonomi daerah. Foto: Arsip pribadi/Kirka

Kirka – Pengecoran jalan penghubung Kecamatan Kalirejo di Kabupaten Lampung Tengah menuju Kabupaten Pringsewu terus dikebut.

Proyek infrastruktur senilai Rp23,9 miliar garapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung diyakini ampuh menekan tingginya biaya logistik angkutan barang antar daerah.

Pasalnya, jalur darat berjarak 16,3 kilometer itu kerap dipadati hingga 15.000 kendaraan setiap harinya.

Mengamati tingginya mobilitas warga, Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama menilai pembenahan akses punya dampak ekonomi jauh di atas sekadar perbaikan aspal atau beton.

Menurut Mahendra, kelancaran lalu lintas otomatis memangkas waktu tempuh armada sekaligus menurunkan ongkos operasional perjalanan.

“Efisiensi transportasi akan langsung memacu aglomerasi ekonomi dan integrasi pasar, sejalan dengan hukum ekonomi spasial,” terang Mahendra, Senin, 17 Agustus 2026.

Dampak positif perbaikan akses darat bakal dinikmati langsung oleh kelompok petani.

Distribusi hasil bumi seperti jagung, gabah, hingga aneka sayuran dari Lampung Tengah bisa lebih cepat menjangkau sentra perdagangan Pringsewu.

Risiko pembusukan atau kerusakan komoditas selama perjalanan juga bisa dicegah sedini mungkin.

Pada tahap pengerjaan sekarang, Pemprov Lampung memfokuskan pengecoran segmen 2,7 kilometer memakai teknik rigid pavement dengan ketebalan 31 sentimeter.

Daya tahan konstruksi menjadi perhatian utama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal demi menjamin kelancaran roda ekonomi.

“Pemerintah provinsi terus mempercepat pengerjaan jalur Kalirejo-Pringsewu karena perannya sangat vital bagi pergerakan masyarakat maupun urat nadi distribusi hasil pertanian,” kata Gubernur Mirza saat mengecek langsung lokasi proyek.

Selain menuntaskan landasan utama badan jalan, petugas di lapangan juga membangun gorong-gorong serta box culvert.

Penataan saluran pembuangan air dikerjakan secara paralel untuk meredam ancaman banjir luapan yang kerap merendam area persawahan di sepanjang lintasan.

Bila seluruh tahapan pengerjaan sesuai target rampung pada Oktober 2026, sirkulasi perdagangan dua kawasan dipastikan bergerak makin optimal.