Kirka – Atlet berkuda dari lima provinsi langsung bertarung sengit memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Lampung di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, Sabtu, 26 Juni 2026.
Berbeda dari kompetisi pada umumnya, peserta tak perlu pusing memikirkan logistik hewan tunggangan karena panitia telah memfasilitasi 12 ekor kuda siap pacu.
Kejuaraan Terbuka Nasional Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground 2026 tersebut mempertemukan kontingen asal Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Selatan, serta tuan rumah Lampung.
Mereka beradu ketangkasan pada nomor-nomor bergengsi, mulai dari daya tahan (endurance) lintasan 20 hingga 40 kilometer, memanah dari atas pelana (horseback archery), tunggang serasi (dressage), sampai lompat rintangan (jumping).
Ketua Pengprov Pordasi Lampung, Supendi, menyebut penyediaan kuda peminjaman merupakan strategi mendongkrak animo peserta nasional sekaligus membuktikan kesiapan fasilitas stable lokal.
“Target utama perlombaan adalah mengukur hasil latihan atlet setahun belakangan dan mematangkan mental bertanding mereka di level elite nasional,” tegas Supendi.
Di balik panasnya persaingan gelanggang, ajang adu tangkas juga membawa misi jangka panjang.
Otoritas olahraga setempat memproyeksikan kawasan Kota Baru sebagai sport center terpadu.
Langkah terarah mulai digarap sebagai pondasi awal menuju persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, memaparkan penataan kawasan tidak sebatas untuk lintasan ekuestrian.
“Ke depan, pembenahan sarana prasarana akan dilakukan bertahap sehingga atlet berkuda maupun paramotor memiliki pusat latihan rutin berstandar nasional secara terpusat di kawasan tersebut,” papar Taufik.
Gagasan sentralisasi pemusatan latihan langsung mendapat sokongan penuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung.
Kepala Dispora, Meiry Harika Sari, melihat kejuaraan skala nasional sangat penting guna menjaring bibit-bibit potensial, terlebih pertumbuhan klub berkuda mandiri di wilayahnya terus menunjukkan grafik positif.
Menurut Meiry, olahraga yang melibatkan hewan hidup memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam membentuk karakter seorang atlet.
“Ketangkasan, fokus penuh, dan pengambilan keputusan yang cepat sangat diuji saat bertanding.
“Atmosfer kompetitif bertekanan tinggi sangat ideal untuk menempa mental juara para atlet daerah menatap kompetisi mendatang,” pungkasnya.






