Kirka – Rentannya anak muda terjerat kenakalan remaja dan kekerasan memicu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung bertindak proaktif.
Rombongan penegak hukum turun langsung menyambangi SMA YP Unila, Bandar Lampung, pada Senin, 4 Mei guna membedah aturan perundang-undangan dari dekat lewat program Jaksa Masuk Sekolah.
Di hadapan para siswa, korps Adhyaksa mengupas tuntas bahaya pelanggaran hukum yang kerap mengintai lingkungan pergaulan.
Pemaparan menyoroti langkah pencegahan kriminalitas, perlindungan anak, hingga urgensi menghayati Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi moral sehari-hari.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan, menegaskan bahwa kedatangan jaksa ke ruang kelas membuktikan negara hadir mendampingi generasi penerus.
Baginya, pendidikan hukum bagi kaum muda melampaui sekadar hafalan pasal, melainkan sebuah upaya membangun karakter bangsa yang kuat.
“Pemahaman bela negara sekarang bukan bermakna memanggul senjata.
“Bagi siswa, mencintai tanah air wujudnya adalah patuh aturan dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ucap Ricky, dilansir pada Selasa, 5 Mei 2026.
Langkah jemput bola institusi hukum mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah.
Kepala SMA YP Unila Bandar Lampung, Mey Sriyani, memandang wawasan kebangsaan merupakan bekal utama bagi anak didiknya.
Ia pun berharap sinergi antara dunia pendidikan dan kejaksaan terus berjalan berkesinambungan.
“Anak-anak butuh bekal agar tidak sekadar menonjol secara akademik, melainkan punya kematangan sosial dan moral saat kelak terjun ke masyarakat luas,” kata Mey.
Agar materi berat menjadi ringan dan mudah dipahami, penyampaian pesan dikemas secara dialogis oleh deretan jaksa berpengalaman.
Pemateri seperti Gilar Suryaningtyas, Agung Prabudi JS, Imam Yudha Nugraha, serta M. Isa Ansori mengajak pelajar memosisikan Pancasila sebagai kompas kehidupan berbangsa, bukan rumusan usang.
Ke depan, Kejati Lampung berkomitmen memperluas jangkauan penyuluhan ke berbagai sekolah lain.
Mitigasi sejak dini menjadi kunci demi melahirkan generasi muda daerah yang berkarakter kuat, taat asas, dan terhindar dari jerat pidana.






