Transformasi 2 Tahun Pasar Raya Lebak Budi: Makin Lengkap, Makin Bikin Betah Pengunjung

Transformasi 2 Tahun Pasar Raya Lebak Budi: Makin Lengkap, Makin Bikin Betah Pengunjung
Potret peringatan HUT ke-2 Pasar Raya Lebak Budi yang diwarnai santunan anak yatim. Foto: Yopie Pangkey/Kirka/I

Kirka – Genap berusia dua tahun pada Senin, 4 Mei 2026, Pasar Raya Lebak Budi di Bandarlampung mulai mengubah orientasi bisnis.

Manajemen tidak lagi sekadar menjadikan kawasan niaga sebagai ruang transaksi bahan pokok, melainkan merancangnya menjadi pusat interaksi sosial dan kuliner masyarakat.

Pergeseran target pasar berjalan beriringan dengan peringatan hari jadi yang berlangsung sederhana.

Tanpa panggung hiburan berlebihan, pengelola memilih membagikan santunan kepada 50 anak yatim serta memanjatkan doa bersama.

Selama rangkaian acara bergulir, aktivitas jual-beli tetap beroperasi normal.

Owner Pasar Raya Lebak Budi, Selvany Bong, menyatakan fokus utama manajemen saat sekarang bertumpu pada penguatan ekosistem pedagang.

Langkah paling mendasar bermula dari jaminan kenyamanan pengunjung.

Pengelola terus membenahi kebersihan area, mengawasi sistem keamanan, dan menyiapkan kantong parkir memadai.

“Kami juga siap berkolaborasi untuk event, sponsorship, dan penyediaan tenant dengan harga sewa yang terjangkau bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya,” ujar Selvany, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Ia memproyeksikan kawasan perbelanjaan mampu berevolusi menjadi rumah ketiga bagi warga.

Artinya, lokasi belanja sanggup memfasilitasi kebutuhan rekreasi sepulang bekerja atau di luar jam rumah.

Kehadiran sejumlah kedai kopi dan lapak kuliner belakangan menjadi fondasi awal bagi rencana pengembangan ke depan.

“Pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga berkembang menjadi pusat kuliner dan tempat nongkrong bagi semua kalangan di Bandar Lampung,” tambahnya.

Sebelum doa bersama dimulai, Selvany menyempatkan diri berkeliling lorong pasar, berdialog dengan pedagang, serta mampir ke dua kedai kopi.

Upaya turun lapangan ia lakukan guna membaca secara riil pola konsumsi pengunjung.

Berdasarkan realita di lokasi, manajemen menyadari tingkat kunjungan harian maupun keterisian lapak masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.

Butuh waktu dan konsistensi program agar target sebagai rumah ketiga benar-benar matang.

Lewat pertambahan usia, pengelola menaruh harapan besar pada dukungan elemen masyarakat luas guna mempercepat roda perputaran niaga.

“Mudah-mudahan Pasar Raya Lebak Budi bisa terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal di Bandarlampung,” kata Selvany menutup penjelasan.